: WIB    —   
indikator  I  

Ada perubahan pola konsumsi milenial

Oleh Medina Latief
Ada perubahan pola konsumsi milenial

Meski merupakan perusahaan keluarga, Medina Latief tak langsung menduduki kursi pimpinan PT Pasaraya Tosersajaya. Sebelumnya, ia telah ditempa dengan mengawali karier di sektor keuangan. Kepada jurnalis KONTAN, Agung Jatmiko, Medina Latief menceritakan visi Pasaraya di masa mendatang.

Saya tidak langsung menjadi direktur atau pimpinan di Pasaraya, perusahaan yang didirikan oleh ayah saya, Abdul Latief.

Selepas lulus kuliah, saya bekerja di sektor keuangan, di HSBC Indonesia. Waktu itu, HSBC Indonesia punya program resident relation trainee untuk fresh graduate.

Saya di HSBC Indonesia itu dari tahun 1995 hingga 1999. Jadi hampir lima tahun saya bekerja di sana sebelum saya kemudian resign.

Alasan saya resign waktu itu sebenarnya sederhana, karena saya mau melahirkan, jadi saya mau rehat sejenak. Posisi terakhir saya adalah manager retail operation, sudah lumayan lah waktu itu. Sebab, karier saya tergolong cepat saat di HSBC Indonesia.

Bicara mengenai ritel, secara tidak langsung sejak saya kecil itu saya sudah lekat dengan sektor ritel. Saya mengetahui dunia ritel kala ikut dengan ayah saya untuk bertemu dengan pemasok, misalnya. Jadi, boleh dibilang secara tidak langsung, ritel itu istilahnya in the blood.

Setelah mengundurkan diri dari HSBC Indonesia saya tidak langsung masuk Pasaraya, melainkan baru masuk tahun 2000.

Style Pasaraya dulu merupakan holding dengan beberapa anak usaha. Nah, saya dulu mulai di holding. Tugas pertama saya justru bukan di ritel, tapi di televisi, di Lativi.

Ceritanya, waktu itu Lativi dalam keadaan yang kurang baik. Saya di Lativi mulai 2001 hingga 2006. Saya ditugaskan menjadi managing director untuk melakukan restrukturisasi dan membuat value di Lativi. Jadi, saat kami menjual Lativi, kami menjual dalam keadaan sehat.

Setelah itu, saya ditarik kembali ke holding dan saat itu pula Pasaraya melakukan restrukturisasi dengan kembali pada bisnis inti, yakni ritel dan services.

Kalau bicara mengenai Pasaraya, sejauh ini kami konsisten dan kinerja, saya nilai baik. Cuma memang model bisnis agak sedikit kami ubah, dari department store menjadi specialty store.

Jadi, kami tetap konsisten maintain yang sejak awal produk inti kami, yaitu produk-produk lokal, apakah itu mengelola Dapur Raya, busana muslim, batik, dan handicraft. Sisanya, tentu kami sewakan kepada F&B dan ritel.


Close [X]