: WIB    —   
indikator  I  

Ada perubahan pola konsumsi milenial

Oleh Medina Latief
Ada perubahan pola konsumsi milenial

 

Saat ini, kami mempertimbangkan format baru berbentuk cultural hub, dimana orang-orang bisa nongkrong menikmati kuliner, sajian musik, serta berbelanja.

Sebenarnya cultural hub ini merupakan tema. Jadi di Pasaraya Blok M nantinya adalah tempat F&B, entertainment, ritel dan co-working space.

Tahun 2017, saya katakan sebagai tahun pembenahan fasilitas sambil mencari tenant-tenant. Di Pasaraya ada pembagiannya untuk ritel.

Pertama, ritel operation, di mana kami memiliki bisnis sendiri untuk mengurus specialty store kami, seperti batik dan handicraft, serta busana muslim plus Dapur Raya dan Aruba.

Kedua, ritel properti, yaitu kami mencari penyewa yang bermain di bidangnya masing-masing. Misalnya, F&B serta untuk perkantoran atau untuk co-working space. Ada lagi ruang yang disewakan untuk ATM dan ada juga untuk antena.

Kami memang harus berubah, karena menurut saya dewasa ini ada perubahan pola konsumsi. Gaya hidup generasi milenial ini berbeda dibanding generasi yang sudah established.

Maksudnya, pola pengeluarannya yang berbeda yang cenderung untuk life style dan cenderung memilih ke luar untuk nongkrong di kafe.

Lini ritel kami yang terbaru adalah pasarayastore.com yang merupakan kanal online produk-produk ritel. Pasarayastore.com ini baru terbentuk lima bulan dan akan menjadi cikal bakal bentuk Pasaraya di masa depan.

Fokus pasarayastore.com adalah pada produk dalam negeri. Tetapi, kami antisipasi dengan produk-produk UMKM yang bernuansa milenial, usaha yang memang dijalankan oleh anak-anak muda dengan semangat memajukan produk dalam negeri.

Saya juga sangat percaya dengan strategi gabungan online dan offline. Maksudnya, lini online itu kami peruntukan bagi konsumen yang berada di luar Jakarta atau di luar Jawa. Tetapi, kami juga punya offline store, di Pasaraya Blok M ini, di Gedung B.

Nah, yang Anda lihat sekarang ini hanya sementara. Sebab, nanti permanent store untuk fashion ada di lantai atas. Lantai dasar akan diubah untuk F&B dan kalaupun ada fashion, itu nanti untuk specialty store.

Menurut saya, tahun depan, pada bulan April 2018, sudah akan terlihat bentuk baru dari Pasaraya Blok M. Setidaknya, 60% bentuk baru bulan April 2018 akan terlihat.

Sementara, untuk Pasaraya Manggarai, kami sedang melakukan restrukturisasi konsep baru. Formatnya masih dalam tahap penggodokan, cuma saya mengarahkan ke format residensial untuk kelas menengah.

Jadi, di masa depan, kami ingin bikin seperti superblok, ada apartemen, hotel, dan mal. Lokasinya memang pas, dekat stasiun dan ini kami peruntukkan buat kelas menengah, bukan menengah-bawah, bukan pula menengah-atas.

Disiplin dan kejujuran

Gaya kepemimpinan saya boleh dibilang merupakan gaya yang saya dapat sendiri, bukan mengadopsi dari orang lain. Karakter itu saya kira terbentuk dengan sendirinya, tanpa saya sadari dari tentunya lingkungan saya.

Ayah saya pastinya memiliki pengaruh yang besar, kemudian dari pengalaman-pengalaman saya, baik saat saya di HSBC maupun saat saya memegang posisi managing director di Lativi.

Dari pengaruh lingkungan serta pengalaman itulah mungkin karakter kepemimpinan saya terbentuk.

Saya sebenarnya cukup simpel dalam memimpin, jadi saya menetapkan KPI dan mengharapkan para profesional untuk mencapai KPI tersebut dengan style mereka sendiri, dengan inisiatif mereka sendiri.

Saya tidak mau menggunakan pola kepemimpinan yang direktif, kemudian otoriter. Saya justru sangat liberal, memberikan otonomi kepada para profesional yang ada di bawah saya.

Saya juga tidak malu manakala ada bawahan saya yang lebih pintar dari saya, justru malah saya senang karena bisa belajar banyak jadinya.