: WIB    —   
indikator  I  

Bekerja dinamis dan terarah

Oleh Stephanus Turangan
Bekerja dinamis dan terarah

Memimpin sebuah perusahaan di pasar modal seperti PT Trimegah Securities Tbk ini berbeda dengan memimpin perusahaan perbankan. Dunia pasar modal lebih menantang dengan berbagai aspeknya seperti risiko serta tenaga kerja yang lebih terbatas ketimbang perbankan.

Oleh karena itu, kunci memimpin perusahaan pasar modal, seperti perusahaan sekuritas dan aset manajemen, adalah bersikap dinamis. Sifat pasar modal yang dinamis alias berubah-ubah dalam waktu singkat membutuhkan pemimpin yang mampu berpikir dinamis.

Kemampuan ini penting agar tak tertinggal dengan kompleksitas dinamika pasar modal. Tak hanya asal dinamis, saya mencoba memandang bahwa dinamis tetap harus terarah dengan tujuan yang ingin dicapai.

Saya mencontohkan. Saat saya datang ke Trimegah Securities pada tahun 2013, kondisinya relatif memprihatinkan. Oleh karena itu membutuhkan pembenahan besar-besaran atau bisa dibilang membangun dari nol lagi.

Saya mencoba membenahi perusahaan ini dari setiap aspeknya untuk mencari solusi yang pastinya berbeda-beda. Mulai dari manajemen hingga infrastruktur. Apalagi solusi tersebut juga tetap memikirkan masa depan perusahaan ke depan sehingga tak bisa hanya dengan mencari jalan keluar yang sama untuk tiap masalah.

Dengan berpikir dinamis maka terobosan dan inovasi bisa mudah dirangsang sehingga akhirnya bisa menunjang kinerja perusahaan. Selain itu, pemimpin yang dinamis berarti tidak kaku sehingga positif dimata karyawan atau bawahan, dan bukan tak mungkin menjadi ajang percontohan.

Kendati begitu, dinamika yang terarah tetap tidak bisa mengabaikan sisi evaluasi atas semua yang sudah dilakukan. Evaluasi menjadi kunci mengukur keberhasilan dari kerja dinamis yang selama ini dilakukan.

Saya pun rutin mengevaluasi semua aspek dalam perusahaan. Cara ini sebagai rujukan untuk mengambil kebijakan lainnya ke depan.

Selain terarah, bekerja dinamis juga tetap harus diberikan target yang harus dicapai sebagai bukti bahwa kerja keras tak harus selalu kaku dan menegangkan, tetapi bisa juga dihadapi dengan rileks tapi tetap serius.

Menurut saya, bekerja dinamis tak bisa diartikan sebagai kerja berat atau santai. Tapi kerja tanpa memikirkan beban sehingga pekerjaan bisa tuntas tanpa kita merasakan ada tekanan yang besar.

Saya pun melihat pemimpin yang berpikir dinamis bakal memiliki sisi personal yang baik dalam berkomunikasi dengan karyawannya. Memecahkan masalah dan mencari solusi bersama karyawan lewat tukar pikiran bisa menjadi rutinitas sehari-hari di kantor.

Namun saya melihat berpikir dinamis dalam bekerja tidak bisa diperoleh secara instan dan dalam hitungan hari atau bulan, melainkan dalam waktu yang lama.

Sebagai contoh, saya telah menerapkan bahwa bekerja dinamis berhasil membuat semangat kerja saya tetap besar meskipun sudah menekuni bidang pekerjaan ini cukup lama.

Saat saya masih muda saya merasakan bahwa pekerjaan sebagai pegawai di bidang pasar modal memberikan keasyikan tersendiri sehingga saya pernah tak sadar bekerja dari pagi hingga dini hari keesokan harinya, padahal pagi hari harus bekerja lagi.

Semangat inilah yang terus saya bawa sampai dengan saat ini. Meski tak pernah lagi bekerja sampai pagi seperti dulu, tapi semangat ini masih disimpan.

Sumber: Harian KONTAN edisi 18 Maret 2017


Close [X]