Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Berlari dengan pemberian otonomi

Oleh Mas Wigrantoro Roes S
Berlari dengan pemberian otonomi

Salah satu amanah saya memimpin PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) adalah menjadi perusahaan berkelas dunia, sejajar dengan perusahaan-perusahaan sejenis.

Ukurannya: kapasitas produksi. Kapasitas produksi kami saat ini,3,9 juta ton per tahun. Amanatnya: meningkatkan kapasitas produksi jadi 10 juta ton per mulai 2020.

Ini sangat penting, karena kebutuhan baja saat ini 14 juta ton per tahun, sementara kapasitas produksi lokal 8 juta ton. Jadi 6 juta ton masih impor.

Masalahnya, meski kapasitas produksi 8 juta ton, kemampuan produksi tak sampai segitu, masih underutilized.

Agar bisa membawa KRAS jadi perusahaan tak lagi rugi dan bisa berkelas dunia, saya tak menerapkan strategi canggih. Saya pakai ilmu dasar di dunia bisnis. Yakni meningkatkan penjualan dan mengelola biaya.

Mengelola biaya ini penting, supaya selisih antara pendapatan dengan biaya cukup untuk hasilkan laba. Tugas saya memastikan penjualan tinggi dibarengi dengan biaya yang efisien.

Prinsipnya sederhana, tapi pelaksanaannya tak mudah. Ada banyak komponen yang terlibat. Untuk meningkatkan penjualan, ada keterlibatan SDM, sistem, pasar, kualitas produk, pesaing, regulasi dan banyak lagi.

Menurunkan biaya juga banyak komponennya, mulai dari usia mesin, pasokan bahan baku, biaya-biaya pendukung yang di luar kendali kami.

KRAS harus berlari cepat agar keluar dari kondisi terpuruk. Berbagai variabel harus dikenali dengan cepat, permasalahan pun harus ditangani cepat karena banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Tentu, ada prioritas-prioritasnya.

Salah satunya efisiensi. Target efiesnsi tahun ini 15%. Saya tegas soal ini karena ada kecenderungan pengeluaran banyak yang tak perlu.