: WIB    —   
indikator  I  

Berpegang Jurus 3MU

Oleh Rachmadi Joesoef
Berpegang Jurus 3MU

Dari awal Konimex berdiri sejak 50 tahun lalu, kami selalu berpegang teguh pada prinsip 3MU. MU pertama adalah mutu. Kami harus selalu menghasilkan produk bermutu tinggi bagi konsumen. Saat berdiri, kami adalah perusahaan farmasi obat dan makanan. Baru tahun 2015, kami ekspansi usaha dan mengembangkan industri ekstraksi bahan alam.

Ekspansi ekstraksi bahan alam awalnya hanya untuk keperluan sendiri. Tapi mulai 2016, kami menambah kapasitas produksi hingga mampu menjual bahan baku alam untuk perusahaan lain. Peluang pasarnya besar, apalagi ini juga sesuai kebijakan pemerintah yang akan mengembangkan herbal Indonesia.

Di industri farmasi dan consumer goods, kami memang harus selalu melakukan inovasi baru. Pasalnya, kompetitor muncul cepat di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Makanya, menjaga mutu adalah hal utama.

MU kedua adalah; produk kami harus mudah diperoleh. Dengan 121 merek yang kami miliki saat ini, jaminan adanya ketersediaan produk di lapangan menjadi keharusan dari Konimex.

Ini bisa dilihat dari ketersediaan produk kami dari pedagang kaki lima sampai dengan ritel modern. Saat ini, kami memiliki 56 cabang distribusi yang tersebar merata di 50 kota di Indonesia. Coverage area kami dari Aceh sampai Papua.

Kami juga selalu memantau ketersediaan produk kami di outlet-outlet. Pekerjaan besar kami ini dengan kondisi Indonesia yang luas terletak pada distribusi. Jadi, bagi kami, distribusi merupakan kritikal di industri yang kami tekuni ini.

Meski pengiriman logistik ke daerah Indonesia timur sulit untuk dilakukan, tetapi kami tetap bisa menyuplainya. Semoga adanya usaha pemerintah untuk pengembangan infrastruktur ke Indonesia timur, akan membuat kami bisa menyediakan produk yang sama.

MU ketiga adalah murah. Murah maksudnya adalah produk kami harus terjangkau di mana-mana. Harga bukan yang termurah, tapi bisa terjangkau dan sesuai dengan mutunya. Karena kami memiliki jaringan bisnis yang kuat, sehingga dari sisi harga, produk kami tidak memiliki perbedaan harga yang signifikan.

Soal kunci sukses Konimex agar bisa bertahan lama hingga puluhan tahun adalah, selalu menyiapkan generasi yang bisa bertahan dalam era kompetisi. Tentunya selain doa, kami mempersiapkan sistem good governance.

Kami menciptakan sistem yang matang. Dengan sistem itupula kami mewariskan pengetahuan yang ada dari dulu hingga kini. Kami percaya, tanpa sistem akan sulit mewariskan sesuatu.

Salah satu sistem yang kami kembangkan di internal kami adalah, sistem teknologi informasi bernama knowledge management. Bila ada kasus yang dihadapi, setiap karyawan wajib memasukkan informasi tersebut dalam web Human Resources (HR). Sehingga karyawan lain dan generasi berikutnya bisa belajar dari kasus tersebut.

Makanya, kami mengandalkan sistem, sehingga bila ada pergantian pejabat, sistemnya tetap berjalan. Untuk falsafah memimpin, saya memegang falsafah Jawa yaitu nguwongke wong alias me-manusiakan manusia. Kami menganggap semua karyawan keluarga. Kultur kekeluargaan yang kami terapkan di semua kantor sama.

Untuk mengukur indikator dari sikap kekeluargaan yang kami terapkan tersebut, bisa dilihat dari lamanya bekerja karyawan di sini. Bisa dibilang turn over karyawan kami sangat sedikit.

 

Sumber: Harian KONTAN edisi 25 Maret 2017


Close [X]