kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • LQ451.109,74   4,50   0.41%
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Bisnis ini di awal memang terasa lama

Oleh Milasari Anggraini
Bisnis ini di awal memang terasa lama

 

Dari situ, kami ingin mendekati perusahaan remitansi di luar negeri untuk menjadi mitra dengan menggunakan sistem kami. Makanya, bentuk bisnis kami adalah B2B supaya lebih mempermudah mereka untuk mencairkan dana di Indonesia.

Sistem kami lebih bersifat host to host. B2B ini maksudnya mitra kami adalah perusahaan remitansi yang notabene memiliki konsumen. Ujung-ujungnya, targetnya consumer juga, meski bentuk bisnisnya B2B.

Mitra kami memang melayani pengiriman uang ke Indonesia, karena banyak tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan, Malaysia, dan lain-lain.

Kami tidak bisa hadir di sana, makanya kami bermitra. Jika harus hadir, kami harus memiliki izin. Dan, izin remitansi setiap negara harus satu, tidak ada satu izin untuk global.

Ketika kami bermitra dengan mereka, kami juga mengurus izin di negara tersebut dan kami melaporkan juga ke Bank Indonesia (BI). Perusahaan remitansi memang harus terlindungi oleh regulasi.

Nah, sistem kami sudah terhubung dengan jaringan perbankan dan juga PT Pos Indonesia. Pengiriman uang bisa diterima di rekening dan kemudian di Kantor Pos.

Sebenarnya, pengiriman uang ke  T-Cash lewat kami pun bisa, karena sistem T-Cash sudah terhubung dengan salah satu switching provider.

Kami mengharapkan semua koneksi transaksi itu lewat sistem. Kami juga ke depan ingin menjalin hubungan dengan koperasi supaya konsumen yang mengirimkan uang namun yang dituju tidak mempunyai nomor rekening, bisa datang ke koperasi, tak harus melalui PT Pos. Jadi ada alternatif pengiriman.

Oleh karena itu, kami melengkapi sistem kami dengan aplikasi remitansi untuk membantu pekerja kita di luar negeri yang kesulitan untuk datang ke perusahaan remitansi karena lokasinya di pinggir kota (rural area).

Kami juga sedang dalam proses untuk memiliki e-money sendiri sehingga ke depan akan ada dompet elektronik milik Intrajasa.

Perbedaan kami dengan perusahaan jasa pengiriman uang lain mungkin bisa dilihat dari sistem. Dari sekitar 140 perusahaan pengiriman uang yang terdaftar di BI, mungkin hanya 10% yang memiliki sistem sendiri.

Sisanya kebanyakan menjadi agenWestern Union atau hanya membuka konter atau hanya bertransaksi melalui internet banking.


Close [X]