kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • LQ451.109,74   4,50   0.41%
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Dengan teknologi, kinerja lebihi target

Oleh IG. N. Askhara Danadiputra
Dengan teknologi, kinerja lebihi target

Tahun ini, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mencatatkan kinerja yang menggembirakan.

Kepada jurnalis KONTAN, Agung Jatmiko, Presiden Direktur Pelindo III, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menceritakan transformasi yang terjadi dalam tubuh Pelindo III serta rencana strategis ke depan.

Menggembirakan. Begitulah kata yang pas untuk menggambarkan kinerja PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III. Kinerja sepanjang tahun 2017 merupakan buah konsistensi kami menerapkan transformasi dalam tubuh Pelindo III.

Transformasi tersebut adalah transformasi budaya berdasarkan pengembangan sumber daya manusia (SDM), perbaikan proses bisnis, dan pengembangan teknologi informasi.

Orang atau SDM itu biasanya menemukan atau memperbaiki sesuatu dan hal-hal baru tersebut dibakukan dengan bisnis proses yang baru, sehingga bisnis baru tersebut tidak turun.

Keduanya tentu dibantu oleh teknologi. Misalnya, kami memanfaatkan ponsel pintar. Absensi tidak menggunakan finger scan, namun menggunakan ponsel.

Tak hanya itu, di kapal atau pelabuhan pun, penggunaan teknologi sudah kami lakukan. Ini strategi pertama, yakni penerapan teknologi.

Strategi kedua, untuk peningkatan pendapatan, kami juga melakukan diversifikasi usaha. Kami saat ini sudah memiliki beberapa usaha.

Contoh yang paling baru adalah di bidang minyak dan gas. Kami menjual gas ke PT Indonesia Power sebesar 32.500 MMBTU per hari di Benoa, Bali.

Kemudian, kami juga punya perusahaan yang menjual air bersih jenis sea water reverse osmosis atau SWRO, air minum bersih dengan PH 7.

Lini air bersih ini untuk memasok kebutuhan air bersih kapal-kapal pesiar yang bersandar di pelabuhan kami. Kami juga menjualnya ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Kami juga terjun di bidang kelistrikan, yaitu menjual listrik kepada kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan kami. Ketika berhenti, kapal-kapal itu kan tetap menjalankan mesin untuk menghasilkan listrik.

Kini mesin bisa dimatikan dan suplai listrik bisa beli dari kami. Suplai listrik itu menghemat 57% dari biaya mereka. Sebelumnya, untuk menunggu bongkar muat bisa lima hari.

Bisa dibayangkan berapa bahan bakar yang harus dihabiskan untuk menyalakan mesin demi listrik. Kini, tak perlu lagi, cukup “colok” listrik dari Pelindo III saja.


Close [X]