: WIB    —   
indikator  I  

Disiplin di segala lini

Oleh Pahala Mansury
Disiplin di segala lini

Untuk memimpin suatu perusahaan, disiplin menjadi suatu hal diperlukan. Ini pula yang menjadi bekal saya saat diamanatkan pemegang saham untuk memimpin PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Dalam memimpin Garuda Indonesia, saya menerapkan berbagai macam disiplin Kami, Garuda Indonesia wajib memiliki disiplin untuk

performance.
Meski demikian, menurut saya, kinerja bukan hanya berasal dari pelayanan dan juga operational yang excellence saja, namun juga harus disiplin terbaik di sisi kinerja keuangan.

Kinerja keuangan Garuda harus kami jaga sebaik-baiknya. Karena, saya yakin bahwa perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik akan menjadi perusahaan yang sustain ke depannya.

Ini artinya, displin harus berjalan di semua lini bisnis Garuda Indonesia. Mulai dari disiplin atas performance, layanan, tapi juga disiplin dalam menjaga kinerja keuangan.

Kedua, kami juga harus menjaga supaya produk kami bisa menjadi produk yang kompetitif dan fokus untuk menjaga tingkat efisiensi yang baik.

Sebagai pilot perusahaan ini, kami berusaha untuk selalu memberikan produk yang terbaik Indonesia. Dan, rasa-rasanya, saat ini kami sudah memiliki produk yang baik, layanan yang baik, serta kami terbukti memili on time performance (OTP) yang terbaik di Indonesia.

Selain itu, kami akan menjaga kekuatan Garuda tersebut dan berusaha untuk memiliki posisi cost yang lebih baik dari posisi kami saat ini, utamanya soal kinerja keuangan.

Saat ini, Garuda tengah melakukan berbagai upaya terbaik yang bisa kami lakukan dan perlukan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami.

Antara lain yang kami lakukan adalah melakukan renegosiasi kontrak kepada pihak ketiga. Lalu kami juga melakukan review untuk lebih efisiensi ke depannya.

Garuda Indonesia akan terus berusaha untuk mengembangkan sayapnya. Yang jelas, kami memiliki Citilink sebagai low cost carrier. Kami juga memiliki Garuda yang tetap beroperasi sebagai service carrier sekaligus menopang penerbangan internasional.


Ke depan, kami ingin lebih mengembangkan Citilink sebagai maskapai yang memenuhi perkembangan penumpang yang ada di Indonesia. Citilink akan menjadi kesempatan kami dengan jumlah penumpang indonesia yang tengah berkembang.

Adapun Garuda Indonesia nantinya akan diubah dari regional airlines menjadi full service carrier. Hal ini juga mengingat negara kita juga mengalami perkembangan yang terus menerus.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduknya mencapai 250 juta lebih. Ini berbanding lurus dengan peningkatan meningkatnya middle income masyarakat.

Jumlah penduduk indonesia yang menjadi penumpang penerbangan internasional saya prediksi juga akan terus meningkat. Ini menjadi peluang Garuda untuk bermain di kelas ini.

Dengan begitu, kami akan menjadi sangat kompetitif dalam bisnis penerbangan, baik itu dari sisi cost serta tetap mampu menjaga tingkat layanan yang kami miliki.

Berapa inisiatif akan coba kami lakukan. Setidaknya, kami saat ini punya lima inisiatif utama. Yakni: meningkatkan rute-rute internasional sebagai salah satu pendapatan kami, meningkatkan utilitas pesawat, memiliki cost position yang kompetitif  dengan perusahaan penerbangan lain, dan memiliki kanal distribusi digital serta memiliki perusahaan anak yang profitable.


Close [X]