Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Fokus pada distribusi non-keagenan

Oleh Yanti Parapat
Fokus pada distribusi non-keagenan

Saat industri asuransi hanya tumbuh 9% di kuartal III tahun lalu, PT AXA Life Indonesia mampu meraih pertumbuhan pendapatan premi 45%. Siap menghadapi era digital menjadi kunci prestasi ini.

Kepada jurnalis KONTAN Agung Jatmiko, CEO Interim sekaligus Sales and Business Development Director PT AXA Life Indonesia yanti parapat membeberkan pentingnya peran inovasi digital ini.

Perjalanan karier saya tak pernah lepas dari perasuransian. Jika dihitung, saya sudah lebih dari 25 tahun berkecimpung di dunia asuransi, mulai dari divisi marketing sampai akhirnya saat ini sebagai CEO Interim sekaligus Direktur Penjualan dan Pengembangan Bisnis.

Saya bergabung dalam jajaran manajemen AXA Life sebagai Sales and Business Development Director, tahun 2011. Jadi, sudah lima tahun saya berada di AXA Life.

Saya merasakan, selama saya bergabung di AXA Life, dunia asuransi bergerak sangat cepat melebihi gerak langkah industri tersebut, 20 tahun sebelumnya. Kehadiran era digital yang kian hari kian vital dalam kehidupan sehari-hari sangat jauh berbeda dibanding dulu. Bahkan, tahun 2009 atau 2010, perkembangannya tak secepat sekarang.

Inovasi dalam industri asuransi dulu paling canggih adalah kehadiran bancassurance, produk asuransi yang dijual lewat perbankan. Sekarang? Wah, kalau ada perusahaan asuransi yang enggan mengikuti era digital, bisa tenggelam dalam persaingan.

Makanya, sejak saya masuk ke AXA Life, saya memilih untuk membidik calon-calon nasabah di luar jangkauan bank dengan menggandeng perusahaan-perusahaan telekomunikasi untuk memperkenalkan produk asuransi.

Saya juga menginisiasi peluncuran telemarketing centre sebagai wujud strategi AXA Life untuk fokus pada jalur distribusi non-keagenan. Makanya, ujung tombak AXA Life adalah murni dari telemarketing, bukan agen.