Harus membuat warisan yang membanggakan
Oleh Gunung Sardjono Hadi - Jumat, 31 Agustus 2012 | 10:46 WIB
Dalam berbisnis, saya tidak ingin menjadi orang yang suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan; meskipun posisi kita tengah berada di atas angin.
Meski kita punya power, saya selalu bilang ke teman-teman di Pertamina Gas (Pertagas) agar bekerja dengan hati, agar timbul empati. Penting untuk selalu mengutamakan kepentingan bersama. Insyaallah, kerja dengan empati ini bisa mendatangkan barokah. Apalagi, bila selalu disertai dengan transparansi.
Pertama kali ditugaskan memimpin Pertagas tahun 2008, saya memilih mengumpulkan karyawan. Tidak untuk membicarakan bisnis, melainkan berbicara hakikat pekerjaan dan orientasi bekerja. Misalnya, bekerja harus tepat waktu, sesuai dengan budget, bersih dari niat mark up serta harus mampu memuaskan pelanggan karena bisnis kami adalah jualan gas.
Di internal Pertagas, kami harus saling mendukung. Divisi human resources harus bisa melayani divisi operasi dan lainnya. Jangan memperlama klaim divisi lain karena bisa memperlambat divisi operasi. Jadi, semua bisnis harus proper.
Kenapa? Karena orientasi bekerja dan berbisnis itu sejatunya harus bisa memuaskan semua lini. Bagi saya, itulah hakikat bekerja. Saling memuaskan untuk mencapai tujuan bersama.
Bagi saya dan karyawan Pertagas, nilai perusahaan dan kerja yang kami junjung, pertama: kita harus membuat warisan. Percuma kita bekerja, jika kami tidak bisa meninggalkan sesuatu. Makanya, proyek harus bagus, sesuai waktu, dan tidak ada korupsi.
Kedua, harus menjadi kebanggaan. Kalau bekerja tidak bangga, itu artinya Anda tidak mencintai pekerjaan. Jangan bekerja semata hanya mencari duit, tanpa ada kebanggaan. Ingat, kebanggaan kita adalah kebanggaan bagi keluarga. Untuk itu, bekerjalah dengan jujur.
Prinsipnya: jika Anda bekerja bagus dan jujur, jabatan dan uang akan mengalir layaknya air. Tidak usah mencari dengan cara tak halal.
Ketiga, harus bertanggung jawab. Sebagai orang yang sudah ditunjuk menempati sebuah jabatan, kita harus mau bertanggung jawab. Jika Anda menjadi senior manager jangan hanya mau menikmati fasilitasnya, tapi juga harus bisa mengambil keputusan. Tidak boleh, keputusan atau kesalahan dilempar ke orang lain. Jika itu dilakukan, lebih baik mundur.
Terakhir, kita harus bersyukur. Jika kita tidak bersyukur, artinya kita tidak menikmati karunia Allah.
Kita tidak perlu melihat teman kantor kita sudah punya mobil bagus lalu iri. Kita justru harus berpikiran positif. Itu harus menjadi pemacu bahwa kita harus bekerja lebih giat dan bagus.
Hakikat itulah yang saya katakan ke teman-teman di Pertagas sebagai fundamental dalam berbisnis di perusahaan. Ini demi mewujudkan Pertagas menjadi pemain berkelas dunia.
Tentu saja, semua nilai ini akan kami barengi dengan berbagai perbaikan sistem kerja di perusahaan. Selain reward bagi yang berprestasi, kami juga melengkapi diri dengan teknologi demi kenyamanan konsumen gas kami.
Kelak, tidak ada lagi komplain pipa gas yang penuh atau tidak ada pasokan gas. Semuanya bisa dimonitor secara online. Kami telah memesan sistem ini dari Kanada. Intinya, kami ingin memuaskan di internal maupun eksternal.
