: WIB    —   
indikator  I  

Jangan serakah dan siap beradaptasi

Oleh Anton Thedy
Jangan serakah dan siap beradaptasi

 

Dalam menjalin kemitraan, misalnya, saya buka keagenan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Model kemitraan usaha yang diterapkan melalui skema franchise. Kami juga menggandeng jaringan hotel untuk mendukung pelayanan.

Selain menjalin kemitraan untuk memperluas jaringan, sejak dua tahun lalu kami menerapkan charter flight. Langkah ini membuat kami tidak harus bergantung dengan jadwal maskapai penerbangan tertentu.

Sebab kami menyewa pesawat sendiri dan bahkan bisa menekan tarif tiket penerbangan.

Alhasil, kami bisa menawarkan tarif tiket yang lebih kompetitif. Bahkan kami tidak perlu menaikkan harga sewaktu peak season.

Apa yang saya yakini sebagai prinsip dan diterapkan dalam dunia bisnis sesungguhnya sekarang sudah membuahkan hasil.

TX Travel saat ini memiliki 255 cabang. Kami memiliki ribuan mitra hotel yang terkoneksi dengan TX Travel, serta cabang yang banyak di Asia Tenggara.

Memang saya mengakui, aplikasi online travel menjadi tantangan besar kami saat ini. Selain itu, kami juga dihadapkan pada pergeseran segmen konsumen.

Sebagai contoh, saat ini porsi konsumen TX Travel berasal dari pelancong milenial maupun non-milenial. Porsi konsumen non-milenial sebesar 75% dan milenial 25%.

Lima tahun mendatang, kami memproyeksikan persentase konsumen non-milenial akan turun menjadi 50% sampai 60%. Sementara segmen milenial terus naik.

Mau tidak mau kami harus mengatur strategi. Yakni, bagaimana tetap mampu menjaring pasar non-milenial, sekaligus bisa meraih porsi kue konsumen milenial yang terus membesar.

Saya optimistis bisnis kami melakukannya. Sebab fundamental bisnis yang kuat sudah diletakkan sejak awal.

Kami juga memiliki kemauan dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, termasuk melakukan inovasi sesuai tren pasar dan segmen konsumen.