kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • LQ451.109,74   4,50   0.41%
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kami Fokus di Area yang Sedikit Berbeda

Oleh Odi Susilo Handoko
Kami Fokus di Area yang Sedikit Berbeda

Sebagai perusahaan teknologi, PT Fujitsu Indonesia tengah bersiap masuk ke sektor-sektor baru. Kepada jurnalis KONTAN, Agung Jatmiko dan Handoyo, Managing Director Fujitsu Indonesia, Odi Susilo Handoko memaparkan perjalanan Fujitsu di Indonesia serta rencana-rencana ke depan.

Fujitsu Indonesia boleh dibilang merupakan perusahaan teknologi yang berbeda dibanding perusahaan lain.

Kalau perusahaan lain mungkin memiliki platform sendiri-sendiri. Yang satu fokus di hardware, lalu seiring dengan perkembangan teknologi beralih ke teknologi cloud.

Tapi, Fujitsu fokus di area-area yang sedikit berbeda, misalnya di zaman internet of things (IOT) seperti saat ini. Perusahaan lain mungkin punya IOT. Tapi, IOT yang ditawarkan Fujitsu adalah IOT yang sifatnya end to end.

Misalnya, sejak dulu, kami sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam penerapan teknologi penanggulangan bencana atau disaster management system (DMS).

Sistem ini berfungsi mengantisipasi sebelum terjadi bencana dalam bentuk pemasangan sensor di sungai untuk antisipasi banjir.

DMS ini misalnya jika diterapkan di wilayah yang ada gunung berapi aktif juga bisa berguna. Mekanismenya menggunakan penempatan sensor di beberapa titik untuk mendeteksi getaran seismik dan juga bisa membuat model untuk penanganan paska kejadian.

Misalnya, pemilihan titik-titik aman untuk pemindahan orang. DMS ini membutuhkan perangkat-perangkat yang tentunya mahal dan beragam.

Untuk DMS, kami sudah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait flood management system.

Ini mungkin cukup sulit, karena pemasangan sensor-sensor di beberapa titik membutuhkan perawatan atau maintenance teratur, serta memastikan juga tidak ada pencurian sensor itu.

Kami juga masuk ke beberapa solusi yang tidak atau mungkin belum menjadi fokus vendor-vendor lain, seperti smart manufacturing. Dulu ada era robotic, di mana robot menggantikan peran manusia supaya proses produksi jadi otomatis.

Nah, otomatis itu reaktif, tapi tidak smart. Jadi smart manufacturing berperan nantinya. Teknologi ini merupakan lanjutan dari teknologi yang dinamakan industry for point sale.


Close [X]