: WIB    —   
indikator  I  

Kami ingin berkembang lebih besar lagi

Oleh Suyoto
Kami ingin berkembang lebih besar lagi

PT Djakarta Lloyd menjadi salah satu contoh kebangkitan BUMN setelah bertahun-tahun kinerjanya terpuruk. Efisiensi dan fokus pada bisnis inti menjadi kiat perusahaan pelayaran itu bangkit.

Pada Jurnalis KONTAN Agung Jatmiko, Kamis (14/9) pekan lalu, Suyoto, Direktur Utama PT Djakarta Lloyd berbagi strategi.

Saya mulai bergabung dengan Djakarta Lloyd sekitar September 2016. Waktu itu, saya masuk sebagai Direktur Operasional. Nah, baru Maret tahun ini, saya ditunjuk menjadi Direktur Utama.

Namun, saya sebenarnya bukan orang baru dalam dunia perkapalan, lebih tepatnya di dunia ship management. Sebab, saya sudah memiliki pengalaman di Singapura, Norwegia, dan Jepang.

Perkenalan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentu bukan kali ini saja. Saya sudah sering menjadi konsultan untuk BUMN.

Saya pernah sebagai konsultan di Pelni, Pertamina Tongkang, Pertamina Shipping, dan ASDP. Selama itu, posisi saya adalah konsultan independen untuk BUMN.

Ketika saya masuk ke Djakarta Lloyd sebagai Direktur Operasional, perusahaan ini sudah dalam tahap membaik, sudah ada kebangkitan berkat langkah-langkah transformasi yang dijalankan oleh manajemen.

Meski ada beberapa permasalahan mendasar yang harus segera dibereskan, terutama masalah pajak, namun secara garis besar, Djakarta Lloyd sudah dalam kondisi yang membaik.

Masalah perpajakan perusahaan ini sudah saya selesaikan saat saya ditunjuk sebagai Direktur Utama.

Prosesnya memakan waktu lama, sejak manajemen terdahulu dan saat saya masih menjabat sebagai Direktur Operasional. Penyelesaian akhirnya saat saya ditunjuk sebagai Direktur Utama.


Close [X]