: WIB    —   
indikator  I  

Kami ingin jadi bank pensiunan terbaik

Oleh Josephus K. Triprakoso
Kami ingin jadi bank pensiunan terbaik

Meski baru beroperasi dua tahun, Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) menunjukkan hasil yang menggembirakan. Semester I-2017 lalu, laba tumbuh 117,9%.

Kepada wartawan Tabloid KONTAN, Agung Jatmiko, Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso menceritakan resepnya dan rencana jangka panjang Bank Mantap.

Saya bergabung dengan jajaran direksi PT Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) sejak 2015. Ini merupakan penugasan dari Bank Mandiri, tempat saya meniti karier. Sejak April lalu, saya diangkat menjadi Direktur Utama Bank Mantap.

Bank Mantap sangat menantang bagi saya. Bank ini merupakan transformasi dari Bank Sinar Harapan Bali yang semula bervisi ke kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi bank dengan fokus pensiunan. Kami ditugaskan membangun bank ini dari nol.

Sebenarnya bukan tanpa alasan induk usaha kami mengubah bisnis pada pensiunan dengan fokus pada para pensiunan dan aparatur pegawai sipil (APS).

Pensiunan merupakan segmen yang terbuka lebar. Bank Mandiri merupakan salah satu bank yang mengelola pembayaran gaji (payroll) pegawai negeri sipil dan aparatur negara.

Sementara, PT Taspen adalah pengelola dana pensiunan. Jadi, kami mengembangkan kekuatan yang dimiliki kedua induk usaha itu.

Ketika memulai bisnis ini, dua tahun lalu, jujur tidak mudah. Kami menemukan beberapa kegagalan, tetapi terus melakukan perubahan-perubahan agar lebih baik. Perubahan pola pikir pegawai juga tidak mudah dari segmen UMKM menjadi pensiunan.

Dari kendala di awal, kami menemukan sesuatu yang menjadi kekuatan bisnis pensiunan. Bisnis ini hampir tidak memiliki risiko kredit.

Para pensiunan pembayaran gajinya jelas setiap bulan. Risiko yang muncul hanya risiko operasional.


Close [X]