Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Kami ingin terdepan dalam bisnis digital

Oleh Tigor M. Siahaan
Kami ingin terdepan dalam bisnis digital

Memperbaiki kinerja keuangan perusahaan dalam tempo satu setengah tahun merupakan satu prestasi luar biasa. Salah satu yang memiliki prestasi tersebut adalah Tigor M. Siahaan, Presiden Direktur CIMB Niaga. Pada Jurnalis KONTAN Roy Franedya, Tigor menceritakan resepnya menukangi CIMB Niaga.

 

Saya mendapatkan mandat dari pemegang saham sebagai Direktur Utama CIMB Niaga pada April 2015 dan efektif dari regulator Juni 2015.

Bank CIMB Niaga merupakan perusahaan kedua tempat saya bekerja. Sebelumnya saya meniti karier di Citibank Indonesia selama 20 tahun.

Ketika ditunjuk sebagai orang nomor satu, pemegang saham berpesan agar menghantarkan CIMB Niaga lebih baik lagi dari sebelumnya. Membuat bank ini semakin solid, kokoh, dan mampu menangkap peluang bisnis.

Kepercayaan harus dijaga dan ditingkatkan, baik kepercayaan publik, regulator, hingga nasabah. Dalam bisnis bank, kepercayaan adalah segalanya. Punya banyak produk dan jasa tetapi tidak mendapat kepercayaan tidak akan membuat bank bertumbuh.

CIMB Group sebagai pemegang saham memiliki komitmen penuh terhadap bank ini. CIMB fokus mengembangkan bisnis di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), di mana Indonesia sebagai negara terbesar dengan potensi bisnis yang masih cukup besar.

CIMB punya cabang di luar ASEAN, seperti London, Shanghai, dan Hong Kong, tetapi cabang ini untuk mendukung bisnis di ASEAN. Jadi, komitmen, sumber daya, hingga energi mereka akan tercurah pada pengembangan CIMB Niaga.

Pada awal 2015, kinerja keuangan CIMB Niaga memang kurang baik. Laba turun dalam. Namun, kondisi ini sebenarnya bukan karena adanya kesalahan tim manajemen. Kondisi ini wajar dan menerpa beberapa perusahaan.

Ketika itu, tantangannya adalah terjadinya siklus menurun (down trend) harga komoditas. Selama 10 tahun sebelumnya, harga komoditas mengalami reli kenaikan yang tinggi.

Jadi pertumbuhan, momentum, dan antusiasme dari semua lini bisnis terangkat oleh harga komoditas.

Kemudian tren itu berbalik. Di sana CIMB Niaga menghadapi tantangan. Banyak portopolio bisnis kami dikonsentrasikan pada sektor komoditas dan pendukung komoditas.

Dari sana, kami dapat pelajaran berharga mengenai manajemen risiko, manajemen portofolio, dan melakukan stress test, sehingga melihat masalah dari sudut pandang makro.