EXECUTIVE CORNER CEO TALK
Executive Corner
Kami membuktikan bahwa pengembang kita tak kalah

Kami membuktikan bahwa pengembang kita tak kalah

Kami membuktikan bahwa pengembang kita tak kalah

Pengembang aplikasi lokal bisa unjuk gigi. 7Langit membuktikannya dengan membuat aplikasi yang bernilai hingga satu miliar rupiah. Kini, mereka juga sedang menyiapkan pelbagai aplikasi untuk iPhone dan Android. Bagaimana strategi bisnisnya? Wartawan KONTAN Epung Saepudin mewawancarai Titi Rusdi, Chief Executive Officer PT Bintang Cakrawala Sentosa, Rabu (28/9) pekan lalu.

Bisnis pengembangan konten (content development) ini berawal dari hobi dan pertemanan mulai tahun 2009 silam. Awalnya, saya bertemu dengan komunitas ID BlackBerry. Dari situ, saya ketemu dengan Oon Arfiandwi yang sekarang menjadi Chief of Technology (CTO) 7Langit. Dari obrolan kami, muncul ide membentuk perusahaan pengembang aplikasi BlackBerry.

Saya melihat, pertumbuhan BlackBerry waktu itu sangat pesat. Dari 2007 ke 2009, pertumbuhannya mencapai 800% per tahun. Kala itu, saya berpikir, orang memakai BlackBerry tentu tidak hanya email dan BlackBerry Mesengger (BBM). Kalau ada konten atau aplikasi menarik, pasti peminatnya makin banyak.

Dorongan lain, potensi bisnis aplikasi makin besar seiring semakin banyak perusahaan yang  mengalihkan kampanye atau iklan mereka ke bentuk digital. Kami melihat peluang itu.

Lantas, kami memakai 7Langit sebagai brand perusahaan karena di Quran banyak cerita dan kisah soal angka 7, salah satunya thawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Langit juga diasosiasikan sebagai sesuatu yang agung dan tinggi. Saya ingin, pencapaian perusahaan ini lebih tinggi terus. Di sisi lain, saya ingin brand perusahaan lebih eye catching.

Ketika memulai usaha ini, boleh dibilang, kami berdua mengalami kesulitan. Kami bukan perusahaan dengan modal besar, hanya sekitar Rp 500 juta plus modal nekad.

Tapi, sekarang ini, kami patut bersyukur. Grafik pertumbuhan kami meningkat pesat. Di tahun 2009, pendapatan kami nol sama sekali. Namun, di 2010, pendapatan kami Rp 5 miliar.

Salah satu kuncinya adalah dari awal kami menjaga mutu dan setiap aplikasi yang kami buat harus memiliki sesuatu yang baru dan dari sisi fitur terus meningkat. Karena itu, desain kami perhatikan sekali.

Agar tetap menjadi pilihan aplikasi BlackBerry utama, kami tak pernah main-main saat membuat aplikasi. Kami punya pengembang dari beberapa kampus terkemuka, antara lain dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia.

Sampai sekarang, saya masih terlibat untuk melakukan tes aplikasi. Misalnya, ada aplikasi yang akan diserahkan tanggal 30 ke klien, tanggal 15 sudah harus selesai dan diserahkan ke saya. Saya agak cerewet karena tidak mau terlambat sehingga mengecewakan klien.

Untuk memperbesar pasar, mulai awal tahun ini, kami mencoba mengembangkan aplikasi untuk perangkat iPhone dan Android. Untuk iPhone, sudah ada beberapa aplikasi seperti Java Rock in Land 2011, Java Soulnation 2011, Java Jazz 2011, dan Indonesia International Motor Show (IIMS). Kami juga tengah mengerjakan aplikasi Android, namun belum bisa kami publish.

Tentu, dengan makin banyak pengembang aplikasi, kami terpacu untuk terus produktif. Salah satunya, kami bikin aplikasi tidak hanya ketika ada order. Kami juga bikin aplikasi tanpa iklan atau sponsor. Kebanyakan aplikasi itu sifatnya sosial.

Misalnya, aplikasi Gempaloka, Garuda di BB-ku, dan Jalin Merapi. Kami juga membuat aplikasi untuk donor darah kerjasama dengan Blood for Life. Itu full free. Bahkan, Gempaloka yang benar-benar gratis itu menaikkan popularitas kami.

Meski free, kami tidak membedakan kualitasnya dengan aplikasi bersponsor. Sebab, orang akan tahu, itu adalah aplikasi bikinan 7Langit. Sampai sekarang, ada lebih dari 20 aplikasi yang kami ciptakan. Paling banyak diunduh adalah Gempaloka, lebih dari 350.000 download, serta aplikasi Quran yang di-download 250.000 kali.

Banyak orang membicarakan manfaat aplikasi Gempaloka dari mulut ke mulut. Banyak media me-review aplikasi itu. Tak disangka, efeknya spiral. Dari situ, RIM tertarik dan minta langsung ke kami supaya memasukkan aplikasi Gempaloka ke BlackBerry Appworld.

Terima investor baru

Kini, kami menjadi anggota BlackBerry Alliance Member, yakni developer yang dibina oleh RIM. Ketika ada teknologi baru dari RIM, kami diberi tahu. Ketika ada kesulitan, kami juga bisa tanya langsung ke RIM.

Semua itu berkat aplikasi Gempaloka. Kami hanya butuh waktu dua hari menjadi anggota BlackBerry Alliance Member. Padahal, pengembang lain bisa berbulan-bulan baru disetujui. Dari pengalaman itu, saya melihat bahwa jika membuat sesuatu yang bagus, akhirnya, orang juga akan memberi apresiasi.

Sejauh ini, kami tak pernah buat aplikasi berbayar. Selama ini, aplikasi yang kami buat untuk user selalu gratis. Itu bisa dilakukan karena kami menggunakan prinsip business to business. Perusahaan menjadi sponsor aplikasi tersebut.

Misal, saat ada Java Jazz 2010, sponsornya adalah BNI dan Axis. Mereka bayar kami. Logo perusahaan tertera di aplikasi. Kami buatkan menu khusus, misal BNI Lounge dengan informasi penting seperti fasilitas pembelian tiket.

Yang membanggakan, sekarang, kami dipercaya Star Hub, operator Singapura, untuk membuat aplikasi khusus. Kami bekerja sama sejak Februari 2011 untuk satu tahun. Ini sangat membanggakan. Kami bisa menjual aplikasi ke luar negeri. Ini membuktikan pengembang Indonesia tidak kalah.

Tapi, dari sisi harga, aplikasi yang kami ciptakan memang mahal. Kami dikenal pengembang aplikasi bagus tapi mahal. Saya juga tidak mau bikin murah dan asal asalan.

Harga aplikasi kami bervariasi, mulai puluhan juta sampai ratusan juta, bahkan mencapai satu miliar lebih seperti yang kami buat khusus untuk Star Hub Singapura. Di aplikasi itu, ada reward point khusus untuk pelanggan mereka dengan beragam hadiah. Dari sisi kontrak, nilai konten buat Star Hub memang besar. Tapi, effort yang kami keluarkan juga besar.

Saya lakukan sendiri semua proses negosiasi dengan Star Hub. Bahkan, untuk menawarkan kerjasama, saya masih turun tangan. Kalau sudah oke dan tinggal urusan pemberesan administrasi, baru diselesaikan oleh staf kami. Itu saya lakukan karena saya ingin pesan kami tentang manfaat aplikasi yang akan dirancang bisa sampai ke klien secara benar.

Bagi saya, keberhasilan 7Langit sekarang ini dikarenakan faktor konsistensi. Pengembang lain mungkin bikin produk terkenal, tapi lantas tidak ada lagi produknya. Sementara, kami di sini sangat sibuk terus merancang aplikasi baru.

Dari apa yang kita dapat, sebagian kami sisihkan untuk pengembangan teknologi atau riset. Jika ada keluhan, baik dari user atau klien, saya selalu jawab langsung agar segera selesai. Tujuannya, demi menjaga reputasi perusahaan.    

Kami juga ingin berkembang dengan cepat. Sekarang, sebenarnya, kami bisa berkembang juga, namun tidak cepat. Saya maunya lebih cepat sehingga 7Langit jadi terdepan. Untuk itu, kami sedang memikirkan untuk menerima investor.

Saat ini, sudah ada beberapa investor yang tertarik berinvestasi, baik dari luar maupun dalam negeri. Yang pasti, jika ada investor, kami ingin tetap bisa bekerja dengan nyaman. Sebab, developer itu seperti seniman, harus nyaman biar punya ide terus. Saya tidak mau ketika investor masuk lantas perusahaan ini jadi mirip pabrik. Mendingan tidak ada investor. 



Komentar