: WIB    —   
indikator  I  

Kami tetap ekspansi dengan hati-hati

Oleh Aryo Widiwardhono
Kami tetap ekspansi dengan hati-hati

Masih ada peluang bagi peritel kosmetik dan alat kecantikan premium. Perkembangan pariwista menumbuhkan pasar yang besar. Kepada jurnalis KONTAN Roy Franedya dan Agung Jatmiko, Chief Executive Officer The Body Shop Indonesia Aryo Widiwardhono memaparkan strategi bisnis perusahaan ini.

It’s time for expansion untuk The Body Shop Indonesia. Itu yang diungkapkan oleh Ibu Suzy Hutomo, selaku founder The Body Shop Indonesia.

Kata-kata yang diucapkan oleh beliau tersebut bagaikan menyerahkan tongkat estafet kepada saya satu setengah tahun lalu untuk membawa The Body Shop Indonesia melangkah lebih jauh lagi.

Selama 25 tahun, beliau telah membangun pondasi yang kokoh dalam tubuh The Body Shop Indonesia. Tentu, bagi saya, merupakan suatu kehormatan diberikan kepercayaan memimpin perusahaan sekaliber The Body Shop Indonesia.

Proses penunjukan saya pasti tak semudah yang dibayangkan orang-orang, saya bahkan menjalani interview bahkan hingga 12 kali bersama Ibu Suzy. Sepanjang perjalanan karier selama 20 tahun, saya tak pernah mengalami proses interview begitu panjang.

Agak unik memang prosesnya, sebelum keputusan diambil, saya diajak untuk makan malam bersama dewan direksi Body Shop Indonesia, bersama orang-orang yang notabene akan saya pimpin, jika diputuskan saya sebagai CEO.

Kemudian, Bu Suzy sempat membawa saya berkunjung ke satu toko Body Shop Indonesia dan berada di toko tersebut seharian, untuk melihat bagaimana saya menyerap budaya dan filosofi Body Shop Indonesia.Hal itu membuat saya mengenal lebih dalam Body Shop Indonesia.

Memimpin perusahaan yang bergerak di bidang cosmetic & skin care tentu merupakan tantangan tersendiri bagi saya. Sebab, saya memang awalnya bukan orang yang bergerak di bidang ritel. Saya sebelumnya berkutat di dunia fast moving consumer goods (FMCG), selama 15 tahun.

Setelah itu, saya terjun ke sektor pakan ternak, peternakan dan penetasan ayam selama lima tahun.

Proses bisnis tentu beda. Kalau FMCG menjual lewat distributor, sementara kalau Body Shop menjual dan mengelola toko sendiri. Apalagi Body Shop merupakan merek premium.

Namun, saya diyakinkan bahwa Body Shop berisi orang-orang yang memiliki passion serta talenta yang mumpuni.


Close [X]