: WIB    —   
indikator  I  

Kami tonjolkan produk yang berdampak positif

Oleh Diah Sofianti
Kami tonjolkan produk yang berdampak positif

Investasi di reksadana semakin menggeliat. Para manajer investasi juga aktif menawarkan produk. Pada wartawan Tabloid KONTAN, Agung Jatmiko, Diah Sofianti, Direktur Utama Indopremier Investment Management menceritakan strategi pengembangan investasi yang kini dana yang dikelola mencapai Rp 6,4 triliun.

Menilik perjalanan karier, sebenarnya saya sudah mulai berkarier di dunia keuangan sejak tahun 1994. Namun, saya baru masuk di dunia pasar modal atau capital market pada tahun 2004. Jadi, saya sudah 13 tahun berkarier di dunia pasar modal.

Awalnya, saya bergabung dengan First State Investment Management hingga 2008. Kemudian, saya bergabung dengan Danareksa Investment Management sebagai Vice President Head of Marketing sampai tahun 2011, lalu bergabung dengan Indopremier Investment Management sebagai direktur yang membawahi marketing dan marketing communication.

Tantangan utama waktu itu adalah bagaimana kami menumbuhkan atau meningkatkan asset under management (AUM). Sebagai suatu perusahaan yang baru spin off, yang pertama dibenahi adalah pemenuhan delapan fungsi perusahaan asset management yang disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, di pasar reksadana sendiri, kami juga berusaha sekuat tenaga waktu itu untuk memperkenalkan diri kami kepada para investor, baik investor institusi maupun ritel. Memang tidak mudah, karena kami sendiri waktu itu masih di peringkat 48 dengan total AUM sekitar Rp 100 miliar.

Sebagai salah satu pelaku industri pasar modal, saya melihat selama lima tahun terakhir pertumbuhan pasar modal Indonesia cukup signifikan. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, terlihat sekali kalau literasi keuangan dan investasi belum menjangkau seluruh masyarakat.

Tren pertumbuhan reksadana boleh dibilang bagus. Tahun 2011, jumlah reksadana masih sekitar 750. Kini, sudah hampir 1.500 reksadana. Kalau dilihat dari AUM, tahun 2011 sebesar Rp 187 triliun, kini sudah berkisar antara Rp 360 triliun sampai Rp 370 triliun.

Pertumbuhan dari tahun ke tahun memang menunjukkan peningkatan yang signifikan. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, jelas angka-angka ini masih sangat kecil. Investor reksadana saja masih sekitar 400.000, jadi masih sangat kecil.

Ini artinya apa? Artinya, masih banyak pekerjaan rumah, tak hanya bagi kami saja melainkan seluruh pelaku industri pasar modal untuk terus memperkenalkan pasar modal kepada masyarakat. Berat di awal memang, namun di masa mendatang hasilnya pasti akan sangat bagus.

Produk reksadana yang mendominasi saat ini memang saham, karena saham memang memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dibandingkan reksadana jenis lain. Tapi, yang harus dipahami investor adalah, risikonya pun juga tinggi. High risk high return, low risk low return itu memang sudah pakem.


Close [X]