EXECUTIVE CORNER CEO TALK
Executive Corner
Konsolidasikan perusahaan agar investor tak bingung

Konsolidasikan perusahaan agar investor tak bingung

Konsolidasikan perusahaan agar investor tak bingung

PT Bumi Serpong Damai Tbk menargetkan penjualan Rp 2,5 triliun dengan laba bersih Rp 700 miliar tahun ini. Optimisme ini muncul karena kawasan BSD semakin mudah diakses. Banyak orang  yang berminat dan membeli properti perumahan bikinan BSD. Chief Executive Officer (CEO) BSD Harry Budi Hartanto mengutarakan beberapa strategi ke depan kepada wartawan KONTAN Azis Husaini, Selasa (1/2).

Harus diakui, kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) dulu memang terasa jauh dari Jakarta dan sangat sepi. Tapi, kini, anggapan itu sudah hilang. Keluarga muda dan investor berduyun-duyun mencari lahan di kawasan BSD dan di lingkar kawasan kami.

Lihat saja, kini di lingkar BSD saja sudah berdiri kampus, rumah makan mewah, tempat usaha, apartemen, gedung perkantoran, serta perumahan. Kalau empat tahun lalu harga tanah di kawasan BSD ini masih Rp 1,5 juta per meter persegi (m²), sekarang harganya sudah mencapai Rp 3 juta per m².

Peningkatan harga tanah itu terjadi karena beberapa faktor, terutama aksesibilitas menuju kawasan kami. Salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur jalan tol. Anda bisa menggunakan akses tol Jakarta−Kebun Jeruk−Merak, serta jalan tol BSD−Pondok Indah. Ke depan akan dibuka jalan tol Kuncir-an−BSD-Bandara Soekarno Hatta, dan tol BSD−Pondok Indah akan diteruskan ke tol Balaraja yang tembus tol Merak.

Daerah ini juga memiliki kelebihan karena tidak terkena aturan kawasan three in one, sehingga akan mempermudah mobilitas penghuni, pebisnis, penghuni gedung perkantoran.

Sejauh ini, kami juga telah membangun di atas lahan seluas 1.500 hektare (ha). Untuk tahap kedua, kami akan membangun lagi di atas tanah 850 ha dengan jangka waktu lima tahun ke depan. Total tanah yang kami miliki mencapai 6.000 ha. Direncanakan lahan seluas itu baru akan rampung dibangun pada tahun 2035.

Guna mencapai pembangunan 50% dari lahan 6.000 ha yang kami miliki, kami targetkan bisa menyelesaikan 20 tahun lagi.

Kawasan ini sengaja kami kembangkan secara bertahap dengan harapan kelak kawasan ini bisa menjadi kota mandiri yang di dalamnya terdapat semua kebutuhan warga, mulai pangan, sandang, hingga papan. Kota mandiri ini juga akan saya pertahankan sebagai sebuah konsep kawasan yang ramah terhadap lingkungan.

Kami hanya mematok 30% tanah di atas lahan 6.000 ha untuk kawasan bisnis, selebihnya perumahan dan alam terbuka. Kami akan tetap mempertahankan sawah, dan membikin danau buatan. Gunanya sangat banyak, sawah bisa menjadi pemandangan yang alami dan menyejukkan serta menjadi daerah resapan air. Adapun  danau buatan berguna untuk menampung air hujan dan bisa kami gunakan untuk menyiram tanaman di sekitar perumahan.

Saya kira, kita semua setuju, tempat tinggal sebaiknya di sebuah kawasan yang nyaman, jauh dari bising kendaraan, memiliki udara yang sejuk karena alamnya masih terjaga serta tetap aman. Jika Anda yang bekerja di Jakarta, dengan tinggal di sana, Anda tidak akan terkena macet karena ada tol. Anda juga bisa melepas lelah setelah melalui hiruk-pikuk Jakarta yang macet.


Tancapkan brand Sinarmas Land

Setelah tahun lalu peritel Giant berdiri di Kawasan BSD, kini BSD menyiapkan kawasan bisnis baru sebagai alternatif lokasi di tengah padatnya Jakarta. Saat ini BSD memasarkan satu proyek BSD Green Office Park. Konsep perkantoran yang ditawarkan adalah green office di kawasan hijau seluas 25 ha.

Yang sudah tertarik dengan kawasan ini adalah Unilever. Mereka akan mulai membangun kantor baru sekitar tahun 2012, di atas lahan seluas kurang lebih 30.000 m².

Tentu saja, masuknya grup besar di kawasan ini membanggakan bagi BSD. Sebab, dari daerah yang dulu sama sekali tidak dilirik, kini mulai ada perusahaan-perusahaan yang membuka kantor di sini. Sebelumnya, sudah ada perusahaan elektronik, kantor cabang perbankan, pengolahan makanan, dan perusahaan logistik yang hadir di BSD.

Untuk mengejar target penjualan, kami sengaja membuat satu brand untuk seluruh anak perusahaan properti Sinarmas. Langkah pertama adalah mulai mengonsolidasi perusahaan-perusahaan properti Sinarmas.

Misalnya, baru-baru ini, BSD mengakuisisi PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), PT Sinar Mas Teladan (SMT), dan PT Sinar Mas Wisesa (SMW). Dengan konsolidasi ini, kami berharap perusahaan-perusahaan properti Sinarmas memiliki visi dan misi yang sama sehingga memiliki sebuah brand yang sama juga. Selama ini kami seolah berjalan sendiri-sendiri.

Untuk itu, tahun ini, kami memiliki strategi. Pertama, dengan adanya brand Sinarmas Land yang membawahi keempat perusahaan properti kami itu, nantinya apapun properti yang kami bangun mesti menggunakan brand Sinarmas Land, kendati masih ada nama asal perusahaan.

Dengan begitu, orang tak lagi bingung BSD dan Duti itu milik siapa? Padahal, perusahaan-perusahaan tersebut milik
Sinarmas. Kami berharap dengan konsolidasi ini, apakah di bawah bendera BSD, Duti, SMT, maupun SMW, tetap proyek itu akan membawa satu brand.

Sinarmas Land ini adalah divisi Grup Sinarmas. Divisi itu akan diisi senior-senior perusahaan yang tugasnya memikirkan konsep atau gaya arsitektur bangunan, sehingga memiliki ciri khas sebuah bangunan kendati dikerjakan oleh perusahaan dengan bendera yang berbeda. Saya pastikan, tahun ini, Anda tidak akan sulit lagi mengetahui gaya properti kami, karena semua akan bermuara kepada brand Sinarmas Land.

Kedua, karena kami sudah mengakuisisi SMT dan SMW, nantinya di tanah perusahan itu BSD bisa membangun dengan brand yang sama di berbagai daerah lantaran kedua perusahaan itu memiliki tanah di Surabaya, Medan, dan Balikpapan, selain di Jakarta.

Ketiga, tahun ini kami menganggarkan dana sebesar
Rp 1,6 triliun dari kas internal untuk membangun infrastruktur jalan dan membangun properti. Antara lain, kami akan membangun 10 gedung perkantoran di proyek perkantoran premium BSD Green Office Park di atas lahan 25 ha. Termasuk, kami akan membangun kantor baru di kawasan ini.

Menariknya, kantor-kantor ini tidak akan berdiri berdempetan. Akan ada ruang yang cukup luas supaya angin bisa masuk ke ruangan kantor secara alami. Makanya, kami juga hanya akan membangun gedung itu tidak lebih dari lima lantai sekaligus tidak ada lift.

Konsep ini kami namakan kawasan hijau. Oleh karena beberapa bahan bangunan yang kami pilih akan menghemat energi, misalnya kami memakai kaca yang mampu memantulkan cahaya sampai ke dalam ruangan. Dengan demikian tidak perlu lagi menggunakan lampu di siang hari. Kendati cahaya masuk, ruangan tak akan panas karena akan teredam dalam kaca pilihan.

Keempat, kendati kami sudah memiliki lahan 6.000 ha, kami masih akan terus melakukan akuisisi lahan agar lahan kami semakin luas. Saat ini, kami memiliki lahan di dekat dua kantor pemerintahan, yakni Kabupaten Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.

Saya berharap kawasan ini kelak akan menjadi jadi pusat kehidupan yang nyaman dan tempat bisnis yang efesien karena dekat bandara serta pelabuhan laut. Bahkan kawasan ini juga cocok untuk saran berinvestasi. Prediksi saya, kenaikan harga lahan berkisar 10% sampai 30% di kawasan ini.                              



Komentar