Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Kunci sukses produk ialah kesempurnaan

Oleh Nurhayati Subakat
Kunci sukses produk ialah kesempurnaan

Perjalanan nurhayati subakat dalam merintis dan mengembangkan PT Paragon Technology Innovation menjadi salah satu produsen kosmetika berpengaruh di Indonesia merupakan kisah panjang.

Kepada jurnalis KONTAN Marantina Napitu, nurhayati subakat bercerita tentang kunci kesuksesannya.

Menjadi pengusaha dan memimpin perusahaan sebesar PT Paragon Technology Innovation sejatinya bukan impian saya. Namun, setelah beberapa tahun bekerja di dunia farmasi, saya ingin menyelaraskan kehidupan keluarga dengan karier.

Saya merintis usaha pada 1985 dengan membuat produk perawatan rambut skala rumahan. Sebelumnya, saya berkecimpung di perusahaan kosmetik Wella selama lima tahun. Produk perawatan rambut tersebut saya pasarkan melalui salon-salon dengan merek Putri.

Selama 10 tahun, saya fokus pada bisnis produk perawatan rambut. Lantas, pada 1995 barulah kosmetik halal dengan merek Wardah muncul. Ide membuat produk kosmetik datang dari komunitas saya di Pesantren Hidayatullah.

Awalnya sangat sulit memasarkan produk kosmetik halal. Bahkan saya merasa produk halal ini tidak akan diterima di masyarakat. Pasalnya, ketika saya pasarkan di beberapa pesantren, antusiasme terhadap produk ini sangat minim.

Untuk mendapatkan distributor, saya butuh waktu yang tidak sebentar. Maklum, saat itu, pengguna produk kosmetik tidak sebanyak sekarang. Apalagi, kosmetik yang berlabel halal merupakan hal baru. Banyak orang yang tidak bisa menerima produk Wardah.

Untuk beberapa lama, Wardah sempat dipasarkan dengan metode direct selling atau multi-level marketing. Cara ini berlangsung selama beberapa tahun. Namun, seiring bertambahnya gerai kosmetik yang menjual produk Wardah, metode ini pun ditinggalkan.

Sejak 2003, saya mulai melakukan perubahan. Misalnya dengan menghadirkan kemasan baru untuk menarik minat pembeli. Untuk meningkatkan brand awareness, Wardah menggunakan jasa brand ambassador, seperti Marissa Haque dan Inneke Koesherawati.

Kemudian, pada 2006, proses rebranding Wardah pun berlangsung. Promosi semakin gencar. Akan tetapi, harus saya akui, baru pada 2009, merek Wardah melejit. Ini didukung oleh kehadiran fenomena hijab dan hijabers. Pada saat bersamaan, saya pun melakukan re-launching Wardah dengan produk Wardah New Look.

Karena itu, saya percaya, pencapaian Wardah tidak lepas dari pertolongan Yang Maha Kuasa. Dalam pengembangan merek, kita mengenal 4P, yaitu product, price, promotion, dan placement.

Bagi saya, ada tambahan jadi 5P, yakni pertolongan Tuhan. Ada beberapa penelitian mengenai kunci sukses Wardah. Namun, tidak semua bisa dijelaskan secara ilmiah.

Inilah yang saya