kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.664
  • LQ451.109,74   4,50   0.41%
  • SUN103,07 -0,13%
  • EMAS601.968 0,67%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kuncinya 3P: product, process dan people

Oleh Geger M. Maulana
Kuncinya 3P: product, process dan people

Profitablitas masih menjadi fokus bisnis BNI Life di tahun 2018 ini. Dengan capaian laba bersih 2017 Rp 378 miliar, kami belum bisa berbagi target laba di tahun ini.

Tapi, target gross premium BNI life akan naik 35%. Target ini lebih tinggi dari industri yang rata-rata 10%-25% dengan level rasional di kisaran 15%.

Beberapa strategi kami siapkan, pertama, menyisir produk-produk BNI Life yang profitable. Memilih produk yang sesuai kebutuhan nasabah jelas menjadi pilihan tapi harus tetap profit, sesuai fokus perusahaan.

Jika tahun 2017 lalu, kami menjual 20-30 produk, tahun ini kami akan menjual lebih sedikit produk tapi dengan target profitabilitas tinggi.

Untuk itu, kami harus meningkatkan kemampuan tenaga penjual atau agen agar bisa menjual produk-produk kami. Pelatihan intensif jadi kuncinya.

Dalam memimpin, tiga prinsip yang selalu menjadi pegangan saya, yakni 3P. Yakni product, process, dan people. Produk harus memilih yang bagus dan kompetitif serta mampu bersaing di pasar. Proses menjadi yang paling penting, terutama dalam hal klaim.

Klaim di BNI Life, hanya 25 menit. Contact person kami sudah masuk standar platinum. Terakhir, yang paling penting adalah people, orang-orang yang ada di organisasi, yang ada di perusahaan.

Untuk mencapai target kinerja perusahaan tentu memerlukan kepemimpinam yang kuat, mampu menyatukan visi ke depan. Salah satu kuncinya memberi contoh dengan cara terjun ke bawah.

Saya yakin, selama kita bisa memimpin diri sendiri serta disiplin, bawahan akan mengikuti. Agar hasil lebih bagus, harus dibarengi dengan komunikasi yang baik ke bawahan.

Terbuka menjadi pegangan saya dalam memimpin. Terbuka dalam menerima ide harus dilakukan, termasuk jika ada bawahan yang memberi sanggahan.

Harus diterima dengan terbuka, sepanjang koridor etikanya dipegang. Yakni disampaikan dengan norma kesopanan.

Jika ada masalah, diskusi menjadi pilihan untuk menyelesaikan. Banyak ide bermuncullan, ide yang paling dominan dan memiliki efek bagi pencapaian target bisnis akan kami eksekusi cepat.

Jika ada ide yang implementasinya tak bisa cepat, bukan berarti ide ditolak.

Tantangan terbesar yang dihadapi BNI Life adalah people, sumber daya manusia. Training perkembangan pengetahuan menjadi wajib dilakukan.

Apalagi, pembajakan acap terjadi di industri asuransi, termasuk di BNI Life. Bagi saya, pembajakan juga berarti kami berhasil melakukan pembinaan. Buktinya, banyak perusahaan asuransi lain yang membajak karyawan BNI Life.

Selama empat tahun terakhir, SDM terus kami perbaiki. Program ini akan terus berlanjut dan berkesinambungan karena di sinilah kuncinya. SDM harus mumpuni agar target, visi dan misi perusahaan tercapai.

Ini tak mudah karena BNI Life sejatinya masih kekurantan tenaga penjual. Apalagi di mata anak muda, profesi tenaga penjualan kurang menarik.

Benar, era digitalisasi mengubah pola pemasaran, namun untuk produk asuransi yang kompleks tetap harus melalui penjelasan agar terhindar dari misselling, tatap muka masih dibutuhkan.

Makanya, agar image berkarir asuransi tidak menakutkan dan bisa menarik anak anak muda, jenjang karir agen penjual harus diperbaiki, diperjelas. Tak hanya itu, insentif juga harus menarik.


Close [X]