: WIB    —   
indikator  I  

Lebih asyik, bekerja dengan teman

Oleh Catherine Hindra Sutjahyo
Lebih asyik, bekerja dengan teman

Menjadi pemimpin perusahaan yang baru berdiri dalam hitungan bulan dengan tujuan meng-Indonesia-kan e-commerce tentu menjadi tantangan sendiri. Utamanya membentuk tim solid bergerak bersama demi kemajuan perusahaan.

Pilihan saya: open door policy, kepemimpinan yang terbuka. Apalagi kami adalah perusahaan e-commerce. Sulit, semua harus terbuka dan transparan.

Dunia digital bergerak sangat cepat. Butuh ide segar dari tiap individu di perusahaan. Ini kebutuhan mutlak. Ketika perusahaan membatasi kanal penyaluran ide dengan birokrasi ketat, plus pemimpin yang sulit didekati, bisa dipastikan perusahaan akan tertinggal.

Sebagai CEO, saya menjadi ornasitor agar tiap orang di perusahaan mampu berkarya dengan baik agar perusahaan berkembang cepat. Saya menjadi dirigen mereka untuk berkarya.

Makanya, saya lebih suka mengangkat atau memperkerjakan orang yang lebih pintar dari saya. Suatu kesalah jika saya memperkerjakan orang marketing, tapi ternyata saya lebih pandai dari dia.

Untungnya di Alfacart, kami memiliki orang-orang yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan baik atas pekerjaannya. Dengan begitu, saya harus mendengarkan masukan dari ahlinya.

Meski menjunjung keterbukaan dan memiliki karyawan berpengalaman di bidangnya, bukan berarti saya memberlakukan sistem otonomi di alfacart, tidak seperti itu. Benar, terbuka dan bebas dibutuhkan dalam e-commerce, tapi bila sistem otonomi diberlakukan akan tercipta eksklusifitas.


Close [X]