Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Lebih baik pulau kecil tapi milik sendiri

Oleh Bachder Djohan Buddin
Lebih baik pulau kecil tapi milik sendiri

Saya menduduki jabatan Direktur Utama PT Sucofindo sejak bulan Agustus 2014. Saya sendiri tidak menyangka bisa memimpin Sucofindo. Sebab, latar belakang pendidikan dan pengalaman saya, kurang ideal untuk memegang pucuk pimpinan BUMN bidang surveyor.

Awalnya, saya seorang pengusaha yang merintis bisnis sendiri di Makassar. Saya mengawali dari bisnis konstruksi lalu merambah ke bisnis transportasi.

Saya terjun ke dunia profesional saat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta saya untuk menjabat sebagai Direktur Utama di BUMD Makassar bernama PT Kawasan Industri Makassar (Kima). Itu sekitar tahun 2007.

Saya banyak belajar dari Kima, karena tugas utama saya adalah membangkitkan perusahaan yang tengah terpuruk agar bisa kembali berkembang. Tahun pertama setengah mati tingkat kesulitannya.

Setelah tujuh tahun memimpin Kima, saya diangkat menjadi Direktur Utama Sucofindo, BUMN yang bergerak dalam bidang pemeriksaan atau surveyor pengawasan, dan pengujian. Terus terang ini juga bidang baru buat saya. Tapi saya selalu menganggap ini sebagai kesempatan yang baik. Saya selalu ingat akan petuah orang tua saya bahwa lebih baik tinggal di pulau kecil tetapi kita memiliki, daripada tinggal di pulau besar tetapi hanya jadi penghuni. Intinya, meski kecil, tapi kan punya sendiri.

Bagi saya, meski lingkungan Sucofindo kecil, perusahaan ini lebih baik daripada perusahaan lain. Lantaran sebagian besar pekerjaan di tempat ini menggunakan etika dan otak.

Di Sucofindo, saya selalu berupaya untuk menekankan keterbukaan antar karyawan. Saya mengutamakan kejujuran sebagai energi utama.

Sejak awal merintis bisnis sendiri, hingga berkarier di dunia profesional, saya selalu mengutamakan kejujuran. Ketika tidak sedang jujur, saya mudah drop karena jadi malu tampil.

Selama ini, modal utama saya hanya keahlian serta kejujuran, dan saya berhasil membuktikannya. Saya akui, apa yang diharapkan seorang pemimpin memang terkadang tidak dapat diikuti sepenuhnya oleh semua karyawan.

Dalam arti, tidak semua yang kita temui itu puas dengan apa yang kita lakukan. Contohnya, ketika ada 10 orang yang betul-betul kita bina, namun ternyata hanya lima orang yang merasa puas dengan perhatian kita.

Bagi saya kepemimpinan tersebut belum dikatakan berhasil. Jika ada lebih dari lima orang merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh sang pemimpin, maka pemimpin tersebut boleh dibilang berhasil.

Begitulah motivasi dan pendekatan saya dalam memimpin. Terlebih saat ini, persaingan perusahaan inspeksi di Indonesia cukup ketat. Banyak juga perusahaan inspeksi milik swasta.

Untuk menghadapi persaingan tersebut, saya merasa perlu mengupdate sumber daya manusia yang cocok terhadap kebutuhan perusahaan. Cara memenangkan dengan update.

Dengan SDM yang kuat dan unggul tentu perusahaan bisa semakin berkembang. Yang jelas, saat ini kinerja Sucofindo tengah mengalami perkembangan. Dengan adanya diversifikasi jasa yang ditawarkan Sucofindo, perusahaan ini ingin membantu pemerintah dalam mengelola data strategis tersebut.

Walaupun tak bisa dipungkiri, kondisi perekonomian global yang melesu ikut memengaruhi pertumbuhan bisnis Sucofindo.

 

Sumber: Harian KONTAN edisi 24 Desember 2016