: WIB    —   
indikator  I  

Meneladani kepemimpinan Nabi

Oleh Nariman Prasetyo
Meneladani kepemimpinan Nabi

Dipercaya sebagai pemimpin sebuah perusahaan adalah tantangan. Apalagi untuk menciptakan kondisi dan iklim yang nyaman bagi semua orang yang terlibat di perusahaan tersebut.

Saya menakhodai Wika Gedung sejak tahun ini. Bagi saya, memastikan anak buah merasa aman, nyaman, tenang dan bisa mengikuti komando dalam bekerja menjadi hal penting.

Pastikan mereka benar-benar merasa punya pelindung dalam mengerjakan pekerjaan.

Tak hanya bagi anak buah, ke sesama kolega pun saya memegang prinsip untuk bersikap solider dan loyal. Hal ini untuk menjaga silaturahmi dan kenyamanan.

Dengan memimpin sebuah perusahaan, kita tidak hanya bekerja dengan bawahan, tapi juga dengan para kolega dan rekan sejawat yang selevel dengan kita.

Meski telah menjadi pemimpin, saya pun masih memiliki pemimpin. Untuk itu, saya harus mendukung semua kebijakan atasan dan komandan kita. Dengan begitu, keseimbangan dalam memimpin bisa diraih.

Sederhananya, saya percaya, menjaga keseimbangan di Wika Gedung baik ke atasan, bawahan, maupun kolega di kiri dan kanan menjadi kunci dalam memimpin anak usaha BUMN yang fokus menggarap proyek gedung ini.

Menjaga keseimbangan pun telah saya lakukan sejak 28 tahun berkarier di Grup Wika. Saya turut menularkan hal ini ke semua anggota di perusahaan.

Sebab, dengan mengajarkan hal ini, Wika Gedung jadi memiliki jaringan kuat dan kokoh. Dengan kerja tim yang kokoh itu, organisasi lawan sulit menembus jaringan kuat yang telah kami bangun.

Menjadi bagian dari keluarga BUMN membuat saya sadar akan tanggung jawab yang diemban dalam memimpin perusahaan. Saya punya kewajiban membesarkan organisasi ini dan keluarga yang ada di dalam organisasi.

Dengan begitu, saya bisa memberikan nilai lebih, tak hanya ke perusahaan namun juga ke negara.


Close [X]