Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Mengejar trust pasien

Oleh Jonathan Tahir
Mengejar trust pasien

Menjadi pemimpin bagi bisnis Mayapada Healthcare bukanlah hal yang mudah bagi saya. Apalagi, orang muda seperti saya. Saya harus belajar banyak, benar-benar belajar bagaimana caranya memposisikan diri sebagai pemimpin. Banyak yang lebih senior ketimbang saya.

Apalagi, saya memimpin bisnis di sektor kesehatan. Saya tak memiliki pengalaman memimpin perusahaan di sektor ini. Namun, bagi saya ini menantang. Seperti dugaan saya, banyak sekali tantangan di healthcare.

Hal yang pertama yang harus saya hadapi: merekrut dokter. Merekrut dokter bukanlah sesuatu yang mudah bagi kami. Untuk dokter yang sudah senior dan sudah berpengalaman, uang bukan jadi patokan mereka lagi. Hal yang jadi patokan mereka adalah visi dan misi dari perseroan.

Oleh karena itu, kami Mayapada ingin memperkuat visi dan misi kami sebagi perusahaan healthcare. Misi tersebut: menjadi yang terbaik di bidangnya, terbaik yang bisa kami berikan kepada pasien. Kami ingin memberi layanan terbaik, bukan sekadar making money. Layanan terbaik ke pasien lebih utama.

Saya akui, memiliki tenaga medis andal menjadi tantangan terbesar saya membesarkan perusahaan ini. Oleh karena itu, kami mengupayakan berbagai macam cara. Salah satunya dengan service job training.

Kami melakukan training kepada seluruh tim di Mayapada. Kami juga harus melatih dokter-dokter kami. Tak hanya berhenti di situ saja, kami juga melatih perawat.

Semua job training tersebut kami harus lakukan secara berkesinambungan agar excellent service ke pasien tak sekadar tataran visi dan misi tapi benar-benar terealisasi.

Apalagi, konsumen rumah sakit semakin pandai dan kritis. Mereka dengan mudah bisa membandingkan servis, layanan, penanganan antarrumahsakit di dalam negeri, tapi juga luar negeri.

Benar, jika dibandingkan dengan Singapura, fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia masih sangat berbeda. Di Singapura, rumahsakit-rumahsakit di sana sangat up to date. Mulai dari teknologi, dokter, perawat, hingga servis. Ini menjadi tantangan bagi pebisnis bidang healthcare di Indonesia.

Kami berharap, ke depan, Mayapada Healthcare, khususnya Mayapada Hospital bukan hanya menjadi sekedar rumah sakit saja, namun lebih dari itu.

Mayapada Hospital bisa berkembang menjadi destinasi pengobatan bagi masyarakat Indonesia. Jika kami bisa memberikan semua selevel dengan Singapura, masa orang-orang kita masih berobat ke sana.

Makanya, misi kami mendirikan rumahsakit adalah membangun rumahsakit yang bisa melayani kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kami memposisikan diri sebagai rumah sakit yang besar, yang bisa menjadi support, bukan hanya rumah sakit yang kecil

Secara keseluruhan harapan, saya adalah perusahaan ini dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya pilihan, kami juga ingin menyediakan layanan terbaik bagi masyarakat.

Harapan saya ke depan, pasien bukan hanya datang karena ada dokter A maupun dokter B, namun mereka datang karena mereka menjadikan rumah sakit kami sebagai destinasi pengobatan mereka. Ini karena mereka trust dengan kita.

Tak ada pilihan lain, kami harus terus meningkatkan layanan, pengetahuan dan teknologi, lengkap dengan dukungan dokter dan perawat yang andal.

 

Sumber: Harian KONTAN edisi 14 Januari 2016