: WIB    —   
indikator  I  

Potensi besar nonton bersama keluarga*

Oleh Gerald Dibbayawan
Potensi besar nonton bersama keluarga*

Ditunjuk sebagai Chief Executive Officer PT Cinemaxx Global Pasifik pada Juli 2017, Gerald Dibbayawan berupaya membawa Cinemaxx semakin kokoh dalam industri bioskop Indonesia.

Kepada wartawan KONTAN, Agung Jatmiko dan Anastasia Lilin, ia mengungkapkan strategi dan rencana Cinemaxx tahun 2017.

Saya memulai tugas sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Cinemaxx Global Pasifik sekitar pertengahan Juli 2017.

Peran saya dalam kegiatan operasional sehari-hari adalah membangun bisnis cinema untuk tumbuh, sekaligus mengembangkan pengelolaan perusahaan.

Ketika saya berdiskusi dengan Pak James Riady dan Pak Brian Riady, saya berusaha untuk memahami perusahaan ini dan sudut pandang orang luar.

Saya mencoba memahami visi dari pemegang saham terhadap Cinemaxx.

Langkah awal ketika saya bertugas sebagai CEO adalah berdialog serta memastikan setiap individu di Cinemaxx yakin bahwa saya tidak akan mengubah pondasi yang telah dibangun kuat.

Membangun organisasi yang kuat berdasarkan pondasi yang telah dibangun itulah tujuan kami ke depan.

Secara pribadi, saya melihat potensi pertumbuhan industri bioskop di Indonesia sangat bagus. Sebab, antara jumlah populasi dan jumlah layar yang ada di Indonesia, menurut saya, mismatch, terlalu rendah.

Saat ini, jumlah layar sekitar 1.300 untuk populasi berjumlah 260 juta.*  Jadi rasionya adalah satu layar untuk 200.000 orang.

Dibandingkan dengan negara lain, jumlahnya tergolong sangat rendah. Di Singapura dan Malaysia contohnya, rasionya sudah sekitar 20.000 dan 30.000 orang untuk satu layar bioskop. Nah, bisnis bioskop Indonesia masih sangat panjang perjalananya.

Saya tidak akan mengatakan Indonesia pasti akan mencapai rasio seperti di Singapura dan Malaysia. Sebab, sebagai negara kepulauan, distribusi populasinya tidak merata.

Menurut saya, pasar Indonesia bisa berkembang hingga 3.500 sampai 4.000 layar dalam rentang waktu lima tahun. Itu pandangan saya dan saya pikir yang akan mencatatkan pertumbuhan kuat adalah kota-kota metropolitan.

Cinemaxx tentunya akan turut memainkan peranan dalam pertumbuhan tersebut.

Jika Anda menanyakan strategi apa yang akan diambil Cinemaxx tahun 2017 ini, fokus kami adalah sedikit mengerem laju, slow down sembari melakukan konsolidasi di internal.

Konsolidasi ini dalam bentuk operasional. Kami ingin memastikan bahwa apa yang kami kerjakan ini benar, memastikan bahwa kami mengerti dan menghadirkan apa yang diinginkan oleh konsumen. Sejak 2016, pertumbuhan memang tidak terlihat mencolok.

Tahun 2017 jelas merupakan era konsolidasi dengan keinginan pemegang saham agar kami fokus dalam menghadirkan bioskop yang berkualitas, memperkuat organisasi, sehingga mampu menghadirkan pengalaman menonton yang berkualitas pula bagi konsumen. Plus, memperkuat Cinemaxx sebagai sebuah brand.


Close [X]