Kontan Online
  : WIB    --   
indikator  I  

Setiap pekerjaan memiliki sisi humanis

Oleh Albertus Wiroyo Karsono
Setiap pekerjaan memiliki sisi humanis

Berawal dari keinginan berkarier di bidang keuangan, akhirnya saya menjatuhkan pilihan ke bidang asuransi, dengan bergabung di PT Simas Lendlease sejak 1995. PT Simas Lendlease merupakan perusahaan gabungan (joint venture) antara Sinarmas Group dengan Lendlease, perusahaan properti besar asal Australia.

Sejak bergabung di PT Simas Lendlease, saya tidak pernah melamar ke perusahaan lain. Kalaupun berganti nama perusahaan, bukan karena saya pindah, tapi karena perusahaannya dijual dan ganti pemilik. Pada 1998, Sinarmas Group menjual seluruh porsi saham PT Simas Lendlease ke Lendlease dan berganti nama menjadi PT MLC.

Walaupun nama berbeda, sebenarnya masih perusahaan yang sama, hanya stakeholdernya berasal dari Australia saja. Di tahun 2006, PT MLC Indonesia dan Hong Kong dibeli AXA Group.

Saya bergabung dengan AXA karena PT MLC dibeli oleh AXA. Tahun 2007, saya dipercaya memimpin PT AXA Mandiri Financial Services oleh pemegang saham baru. Saya dipercaya memegang perusahaan tersebut hingga tahun 2012.

Setelah itu, saya didaulat sebagai Direktur Utama PT Mandiri AXA General Insurance sejak awal 2013. Waktu itu, pemegang saham, Bank Mandiri dan AXA Asia, memberi amanat pada saya untuk membuat perusahaan baru yang berdiri setahun ini bisa tumbuh baik secara volume bisnis, juga mencetak profit di tahun ketiga beroperasi.

Menurut catatan AXA Group, induk usaha AXA Asia, belum ada satupun anak usaha mereka di seluruh dunia berhasil menorehkan profit di tahun ketiga pengoperasian. AXA Asia bilang, kalau bisa profit di tahun ketiga, saya akan mencetak rekor.

Mandiri AXA memiliki visi ARE EASY (Available, Reliable, Attentive, dan Easy). Definisinya sederhana, yakni memberikan pengalaman mengesankan bagi nasabah dan karyawan. Saya berusaha menerjemahkan visi itu ke karyawan melalui komunikasi, simbol, dan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.

Available, artinya insan perusahaan harus mendengarkan, baik mendengarkan nasabah, atasan dan bawahan. Saya juga harus terbuka dengan masukan orang lain. Reliable berarti semua karyawan harus bisa memenuhi apa yang sudah dijanjikan ke nasabah 100%, bukan 99%.

Value ini berlaku ke dalam dan ke luar, baik pada nasabah dan bagi sesama karyawan juga. Dan saya sadar bahwa visi yang satu ini tidak gampang. Tapi, tujuannya adalah menghadirkan pengalaman menyenangkan bagi nasabah.

Attentive berarti bekerja harus memiliki sisi humanistik. Saya sadar bahwa karyawan bukanlah robot. Jadi, setiap pekerjaan yang dilakukan harus memiliki sisi humanis. Misalnya, saya harus ada sisi perhatian ke karyawan maupun ke nasabah. Sementara nilai easy maksudnya insan Mandiri AXA harus bisa memberikan solusi untuk mempermudah nasabah yang berbisnis dengan mereka. Selain itu, mempermudah karyawan untuk bekerja dan memenuhi kewajibannya.

Keempat nilai itulah yang saya terapkan. Ternyata bisa membuahkan hasil menggembirakan. Di tahun 2014, Mandiri AXA bisa meraih profit, tapi saya lebih senang menyebutnya break even point karena nilainya baru Rp 1,4 miliar. Pertumbuhan bisnisnya juga sangat baik.

Pada tahun 2013, pendapatan premi mencapai Rp 392 miliar, tumbuh 105% dari tahun 2012 yang senilai Rp 191 miliar. Lalu di 2014, premi menjadi Rp 664 miliar atau naik 60%. Bisnis Mandiri AXA sangat bagus dan target profit tercapai.

 

Sumber: Harian KONTAN edisi 10 Desember 2016