: WIB    —   
indikator  I  

Target kami adalah menjadi nomor satu

Oleh Charles Oentomo
Target kami adalah menjadi nomor satu

Membangun karier yang mantap sejak usia muda rupanya tidak memadamkan semangat untuk menjadi wiraswasta.

Kepada jurnalis KONTAN, Agung Jatmiko, Charles Oentomo, Presiden Direktur PT Centrepark Citra Corpora berbagi kisah dan kiat dalam membangun bisnis di bidang perparkiran.

Awal saya masuk di bisnis manajemen parkir ini ketika saya bergabung dengan Sun Parking, saat saya berumur 22 tahun.

Sebelumnya, saya bekerja di manajemen properti, Coldwell Banker, kurang lebih setahun. Setelah itu baru saya bergabung di Sun Parking.

Tugas saya waktu itu menjadi owner representative di luar kota. Nah, saya berkarier di Sun Parking kurang lebih lima tahun hingga Sun Parking dijual ke ISS.

Ketika bisnis Sun Parking beralih ke ISS, saya sempat berada di ISS selama kurang lebih setengah tahun. Cuma, saya waktu itu kurang klik saja dengan culture ISS.

Selain itu, jiwa wiraswasta saya mulai keluar waktu itu, di usia saya yang menjelang 27 tahun. Jadilah, saya memutuskan untuk keluar dari ISS dan merintis usaha sendiri.

Pergulatan batin pasti terjadi dalam diri saya, karena saya masih muda dan keluar dari perusahaan yang mapan sekelas ISS.

Tentu mendapat banyak pertanyaan dari orang-orang terdekat kala itu. Namun, hati saya sudah mantap dan saya pun memantapkan langkah untuk merintis usaha.

Apalagi, saya melihat untuk manajemen parkir di Indonesia didominasi oleh perusahaan asing. Pertama, oleh Secure Parking dari Australia dan di posisi kedua ISS dari Denmark.

Saya mendirikan usaha berangkat dari pemikiran seperti itu. Sayang sekali jika didominasi oleh perusahaan asing, padahal bisnis ini cukup simpel.

Akhirnya saya memulai perjalanan sebagai seorang wiraswasta di tahun 2009 dengan membentuk Centrepark Citra Corpora.

Proyek pertama Centrepark dimulai di Bengkulu, yaitu Bengkulu Indah Mall. Waktu itu, kami memberanikan diri dan mereka memberikan kesempatan.

Proyek kedua kami di Bali, di komplek ruko, kemudian diikuti proyek ketiga di Pasar Baru Bandung. Ketiga proyek ini sampai kini masih ada, masih kami kelola.

Dalam menjalankan bisnis, Centrepark lebih menyasar ke area-area di luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Sebab, kami sadar bahwa secara modal, kami kalah dibanding kompetitor. Secara nama pun, kami jelas kalah tenar ketimbang pesaing. Jadi, tentu kami harus melakukan pendekatan yang berbeda.


Close [X]