kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • LQ45904,78   -7,59   -0.83%
  • EMAS590.870 -0,68%

Ada masalah regenerasi di industri tekstil

Oleh Alexander Foe
Ada masalah regenerasi di industri tekstil

 

Jadi, saya harus mencari segmen di mana produk kami tidak diganggu oleh produk China, makanya saya memilih seragam.

Segmen ini memang berbeda dengan fashion. Marginnya susah, untungnya kecil, makanya sedikit orang yang sentuh. Kalau dulu, kami masuk fashion untungnya besar cepat pula perputarannya.

Untuk seragam, kami masuk ke semua, mulai dari seragam SD, SMP, SMA, Kepolisian, TNI kami buat kainnya, termasuk juga masuk ke korporat besar seperti Freeport dan Pertamina.

Kami tidak masuk ke printing garmen, melainkan wholesale, bikin kainnya. Porsi seragam saat ini mencapai 80% sementara fashion 20%.

Dulu kebalikannya. Kami juga membuat kain seragam high-tech, seperti anti static untuk musim dingin di Jepang. Pangsa ekspor kami belum besar, sekitar 10%.

Kami juga ingin masuk high tech fabric untuk segmen seragam. Misalnya, membuat kain seragam anti-malaria, jadi orang-orang yang memakai kain kami aman dari gigitan nyamuk. Teknologinya sudah ada dan saya mempunyai mimpi memproduksi ke arah sana.

Untuk penjualan, saat ini masih dominan di dalam negeri. Namun, khusus ekspor, sepanjang tahun ini saja, ekspor kami melonjak 400% dibanding tahun 2016.

Pasar dalam negeri masih berpotensi, sebab yang namanya tekstil itu produk yang masuk dalam kebutuhan pokok. Selain itu, jumlah penduduk Indonesia cukup besar.

Penjualan secara total sepanjang 2017 memang cenderung flat. Penjualan paling pesat itu tahun 2013 di mana growth kami mencapai 35%.

Nah, saat sudah mencanangkan initial public offering (IPO) nanti, dana akan kami gunakan untuk ekspansi. Ekspansi yang ingin kami lakukan adalah melakukan akuisisi dan konsolidasi pabrik-pabrik tekstil yang hendak dijual.