kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45774,37   -28,65   -3.57%
  • EMAS1.028.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Berbahaya ambil risiko di pasar belum proven


Kamis, 08 Agustus 2019 / 10:50 WIB
Berbahaya ambil risiko di pasar belum proven

Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Tri Adi

Mengurangi tekanan kerja dengan nge-game dan masak
 
Setiap orang pasti memiliki cara tersendiri untuk melepaskan penat da kejenuhan bekerja. Benedicto Haryono, Chief Executive Officer dan Co Founder KoinWorks pun demikian. "Dulu saya suka basket, tapi lutut sudah enggak kuat. Sekarang, saya paling main PC games," ujarnya.

Ben, begitu ia biasa disapa, memang kerap menghabiskan waktu sepulang kerja dengan bermain PC games. Baginya, selain mengurangi stres, cara ini juga merupakan waktu me time. Ketika semua pekerjaan sudah selesai, tidak ada lagi gangguan untuk menekuni hobinya itu.

Namun, lagi-lagi itu tergantung seberapa banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Kalau sedang beruntung, dalam seminggu, Ben bisa tiga kali bermain PC games. Tetapi kalau sedang sibuk-sbuknya, biasanya dalam sepekan belum tentu bisa meluangkan waktu.

Saat ini, lulusan University of Michigan ini sedang berusaha menyelesaikan game Total War Three Kingdom. Walaupun games keluaran Sega itu tergolong game strategi, tetapi Ben mengaku tidak suka hanya bermain pada genre tertentu. Ganti-ganti mainnya. "Sebelum ini, saya gila main Monster Hunter Walk," bebernya.

Sayangnya, meski banyak pecinta games di KoinWorks, tetapi sebagian besar berbeda aliran dengan Ben. Teman-teman sekantornya lebih menyukai games Mobile Legend. Tetapi, ia justru memilih memainkan PC games. Alasannya, bermain PC games tidak banyak mendapat gangguan dibanding bermain Mobile Legend di gawai.

Hobi nge-game ini tak lantas membuat Ben lupa waktu. Kecuali weekend, ia selalu memasang target, pada pukul 11.00 atau 12.00 malam harus sudah berhenti, karena keesokan harinya masih harus bekerja.

Selain nge-game, Ben juga jago memasak. Ia juga kerap mengisi waktu luang dengan memasak. Beberapa menu masakan, seperti sop buntut, bak kut teh, pasta, dan barbeque sudah dikuasainya. "Masakan saya yang paling berhasil itu beef stew," cetusnya.

Menurut Ben, dulu saat jumlah karyawan KoinWorks belum sebanyak sekarang, mereka kerap mengadakan acara bakar-bakaran. Namun sekarang, kebiasaan sudah tidak mungkin lagi dilakukan, karena jumlah karyawannya sudah mencapai 150 orang.

Meski banyak yang memuji masakannya, Ben mengakui kepiawaiannya mengolah makanan belum seberapa dibandingkan dua rekannya, yakni Chief Marketing Officer KoinWorks Jonathan Bryan dan Chief Technology Officer KoinWorks Timotius Rinaldo. "Saya tidak sehobi mereka. Lagi pula, sekarang saya sudah jarang memasak," ujarnya.♦

Putri Werdiningsih



TERBARU

[X]
×