kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.870
  • LQ45928,00   -15,43   -1.64%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Bersikap objektif dan menjadi role model

Oleh Arie Prabowo Ariotedjo
Bersikap objektif dan menjadi role model

Salah satu prinsip kepemimpinan yang selalu saya pegang sampai saat ini adalah berupaya bersikap objektif dan profesional.

Sikap objektif itu sendiri dapat dibangun dari kepemimpinan yang tanpa memandang kepentingan. Baik itu untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok tertentu.

Sebab menjadi pemimpin di suatu perusahaan maupun lembaga tertentu berarti harus bisa memposisikan kepentingan perusahaan atau lembaga di atas kepentingan lain.

Sikap objektif, profesional dan tanpa kepentingan itulah yang mengantarkan saya bisa mencapai posisi seperti sekarang ini.

Prinsip tidak memiliki kepentingan pribadi maupun kelompok dalam memimpin membuat saya bisa bebas dan jernih dalam mengambil keputusan.

Tidak ada lagi beban yang seolah mengatur saya harus berbuat begini atau berbuat begitu dalam setiap pengambilan keputusan.

Sebab bagi saya, jabatan adalah sebuah amanah, bukan sesuatu yang harus dipertahankan.

Jadi saya menjalankan amanah sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tanpa beban dan tetap fokus mencapai target demi kemajuan perusahaan sendiri.

Prinsip itu juga yang selalu saya tekankan pada para karyawan. Janganlah bermain politik di kantor. Bekerja saja dengan benar, sesuai dengan porsi dan tanggung jawab masing-masing.

Saya meyakini, sikap itulah yang bisa membawa setiap individu mencapai puncak karier. Sikap objektif dan tanpa kepentingan itulah yang harus lebih dahulu selalu ditanamkan sebelum menjadi seorang pemimpin.

Selain itu, menjadi pemimpin, bagi saya pribadi adalah menjadi role model untuk seluruh karyawan.

Kalau saya bilang A, ya, saya harus melakukan A juga, bukan B, apalagi malah memilih C. Istilahnya, dalam sikap, seorang pemimpin itu harus walk the talk.

Konsistensi antara perkataan dan perbuatan itulah yang menjadi kualitas integritas seseorang.

Di samping itu juga ada nilai-nilai lain yang penting dalam membentuk integritas seseorang, seperti adanya tanggungjawab dan kejujuran.

Dua prinsip lain yang juga sering saya sampaikan kepada karyawan adalah soal berpikir kreatif dan selalu bersemangat.

Berpikir kreatif berarti thingking out of the box. Saya tidak meminta para karyawan harus yang jenius atau punya IPK tinggi. Tapi para karyawan ini haruslah kreatif. Apalagi dalam menyelesaikan tantangan dan persoalan.

Saya juga ingin seluruh karyawan Antam selalu bersemangat setiap kali datang ke kantor. Kalau ke kantor itu happy, bukan lagi I have to go to office, tapi menjadi i want to go to office.

Yang awalnya ke kantor itu kewajiban, menjadi keinginan. Dengan begitu, setiap tantangan yang dihadapi justru jadi suntikan penyemangat, bukan malah sebaliknya.

Challenge itu harusnya bisa bikin lebih semangat, bukan malah jadi beban.

Saya juga selalu bilang pada karyawan, salah satu tagline saya, yaitu the past is not the future. Kegagalan di masa lalu bukan berarti kegagalan di masa depan.

Begitu juga dengan keberhasilan. Keberhasilan di masa lalu, bukan berarti bakal selalu berhasil di masa depan.

Sebagai manusia, kita harus keep on learning dan move on. Sehingga yang sudah berlalu terjadi, biarlah berlalu saja.

Yang sudah terjadi sebelumnya, ya sudah. It's done! Jika ada masalah, kita harus fokus mencari solusi, bukan malah menyalahkan situasi atau orang lain.