kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • LQ45958,38   4,52   0.47%
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Bisnis ini di awal memang terasa lama

Oleh Milasari Anggraini
Bisnis ini di awal memang terasa lama

Berdiri tahun 2015, PT Intrajasa Teknosolusi bergerak cepat. Sebagai perusahaan remitansi, Intrajasa kini terkoneksi dengan jasa remitansi di 10 negara.

Kepada jurnalis KONTAN Agung Jatmiko, Chief Executive Officer Intrajasa Milasari Anggraini bercerita soal perjalanan Intrajasa serta peluang yang bisa diraih.

Perjalanan kami dimulai tahun 2012. Saat itu, saya mendirikan perusahaan di Singapura. Saya melihat dari segi demografi, Indonesia memang perlu sistem yang handal.

Dari situ, saya mendirikan perusahaan sistem pembayaran (payment system company). Kami mengambil sistem protokol internet (IP) dari Afrika Selatan. Sebab, dilihat dari segi demografi, negara itu memang cocok.

Tapi, waktu itu, saya belum bisa benar-benar masuk di Indonesia. Sebab, basis perusahaan saya di Singapura. Baru kemudian di tahun 2015, saya ambil alih PT Intrajasa Teknosolusi.

Awalnya kami tidak langsung berbisnis, melainkan membenahi ekosistem dengan memperkuat fundamental serta sistem, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Awal beroperasi, kami hanya terdiri dari lima orang, kini sudah berjumlah 22 orang.

Kami baru benar-benar beroperasi (live operation) pada Agustus 2016. Model bisnis kami yang pertama membuat ekosistem untuk remitansi (remittance). Sistem kami bukan business to consumer (B2C), melainkan business to business (B2B).

Berdasarkan data yang kami miliki, transfer uang di Indonesia itu salah satu yang tertinggi, nomor 14 di seluruh dunia. Jumlahnya sekitar US$ 10 miliar setiap tahun. Ini hanya dari pekerja lo, bukan dari perdagangan (trading).


Close [X]