kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Bisnis Jasa adalah bisnis tak mudah

Oleh Bambang Setiobudi Madja
Bisnis Jasa adalah bisnis tak mudah

Berdiri awal tahun 2006, PT Prima Buana Internusa (Inner City Management) menunjukkan dirinya sebagai perusahaan pengelola apartemen terkemuka.

Kepada jurnalis KONTAN, Agung Jatmiko dan Anastasia Lilin, Direktur Utama PT PBI Bambang Setiobudi Madja menuturkan strategi dan pencapaiannya.

PT Prima Buana Internusa atau Inner City Management ini bergerak di bidang pengelolaan properti gedung, khususnya gedung-gedung residensial, seperti apartemen. Tapi tidak terbatas pada residensial, ada juga trade center dan real estate.

Inner City ini awalnya merupakan in house property management Agung Podomoro Group (APG). Sebagai pioner untuk pembangunan residensial high rise, APG mulai memasarkan produknya awal tahun 2000.

Nah, tahun 2003 sudah mulai jadi dan tahun 2004 mulai serah terima propertinya dikelola oleh in house.

Setelah dikelola in house, APG menghendaki supaya penjualan-penjualan berikutnya lancar. Supaya ada track record yang bagus, perlu ada divisi yang melakukan after sales service.

Keberadaan after sales service yang bagus akan menjamin keberlangsungan properti tersebut. Kalau membangun serta menjual apartemen kemudian ditinggalkan atau tidak dikelola dengan baik, orang tidak akan meneruskan pembelian.

Menurut UU No. 16 tahun 1985 tentang Rumah Susun, untuk mengelola suatu properti strata title harus berbentuk perseroan terbatas atau PT. Akhirnya, APG membentuk PT Prima Buana Internusa.

Seiring berjalannya waktu, kami sudah mulai dikenal dan mendapat rekor MURI sebagai pengelola residensial terbanyak dengan total unit yang dikelola sebanyak 70.000 unit. Sekarang, unit yang kami kelola mencapai 150.000 unit.

Jumlah unit yang dikelola ini membuat kami berpikir bahwa sudah saatnya kami memiliki brand. Maka kami memberi nama Inner City Management. Brand ini tidak jauh dari slogan APG, yaitu Back To The City.


Close [X]