kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.181
  • EMAS627.194 0,65%
EXECUTIVE / KOPI PAGI

Budaya kekeluargaan

oleh Tjiu Thomas Effendy - CEO PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk

Senin, 29 Januari 2018 / 16:01 WIB

Budaya kekeluargaan



Salah satu faktor yang membuat saya masih betah berkarier selama 38 tahun di PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) adalah karena adanya rasa kekeluargaan di perusahaan ini.

Saat masuk organisasi perusahaan, saya seolah menemukan keluarga baru.

Rasa kekeluargaan di perusahaan ini harus diakui sungguh luar biasa. Misalnya, saat ada karyawan atau kolega yang terkena musibah, para karyawan langsung saling membantu satu sama lain untuk meringankan beban atas musibah itu.

Budaya inilah yang terus saya pertahankan hingga menduduki posisi sekarang. Saya selalu berusaha dekat dengan para karyawan karena ketika saya masuk ke perusahaan ini pun juga mendapat perlakuan yang serupa.

Maka jangan heran bila di perusahaan ini kerap menjumpai banyak karyawan yang loyal bekerja di sana. Selain rasa kekeluargaan, saat masih berada di bagian HRD, saya mengubah sistem promosi karyawan yang tadinya seperi pohon kelapa, menjadi pohon beringin.

Saya menciptakan ruang berkarya bagi setiap karyawan yang berprestasi dengan sistem tersebut. Tujuannya adalah supaya perusahaan ini bisa menjaga talenta-talenta terbaik yang ada.

Kalau tidak dijaga, ada kemungkinan karyawan terbaik kami pergi ke perusahaan lain.

Dengan rasa kekeluargaan dan jenjang karier yang jelas dan lengkap, para karyawan pun bisa bekerja dengan leluasa dan lebih optimal karena ada kepastian soal prestasi kerja dan tentunya karier yang lebih pasti.

Efek positifnya adalah perusahaan ini bisa mendapatkan gagasan dari para karyawan tentang bagaimana cara untuk bisa berkembang lebih lanjut. Bekal tersebut berguna untuk mendukung berbagai ekspansi yang kami siapkan.

Saat ini kami akan ekspansi bisnis yang belum tergarap, yakni mengembangkan metode peternakan kandang tertutup.

Di Indonesia masih sedikit peternak yang memanfaatkan metode kandang tertutup. Padahal potensi bisnisnya masih terbuka lebar.

Apabila metode kandang tertutup ini diterapkan bisa mengembangkan produktivitas hasil ternak. Selain menambah daya tampung, peternakan kandang tertutup juga diakui lebih tahan terhadap serbuan penyakit.

Sejauh ini, metode kandang tertutup memang belum begitu populer di Tanah Air. Ini bisa dimaklumi karena biaya untuk membuat kandang peternakan tertutup jauh lebih besar daripada kandang terbuka.


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0132 || diagnostic_api_kanan = 0.0589 || diagnostic_web = 0.4009

×