kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.870
  • LQ45928,00   -15,43   -1.64%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Cara bertahan saat ekonomi sedang lesu

Oleh Johannes Suriadjaja
Cara bertahan saat ekonomi sedang lesu

Pengalaman menghadapi krisis membuat PT Surya Semesta Internusa Tbk lebih tangguh.

Kepada jurnalis KONTAN Putri Werdiningsih, Johannes Suriadjaja, CEO Surya Semesta, menceritakan strategi dan pengalamannya membawa perusahaan ini keluar dari berbagai gelombang krisis dan rencana bisnisnya ke depan.

Awalnya saya ingin berkarier sebagai profesional. Perjalanan karier saya dibentuk oleh dua perusahaan besar.

Pertama, setelah lulus dari The American College of The Applied Art Los Angeles 1986, saya ikut training di Toyota Motor Sales di Amerika Serikat (AS).

Saya mendapat banyak ilmu marketing di Toyota, mulai dari strategi sales hingga mengontrol keuangan diler.

Kedua, pada 1989 saat pulang ke Indonesia, saya bekerja di Chase Manthattan Bank tepatnya mulai 1990. Di Chase Manthattan Bank saya banyak belajarnya mengenai keuangan.

Pada tahun 1992, Chase Manthattan Bank hendakmenugaskan saya ke New York. Namun keluarga meminta saya bergabung mengurus perusahaan keluarga PT Multi Investment Ltd.

Keluarga kami mengalami krisis. Saat itu masih tergabung di Astra. Bank Summa kolaps sehingga Pak William Soeryadjaja harus memberikan personal guarantie. Keluarga meminta saya membantu.

Jabatan saya waktu itu semacam analis. Tugas saya menganalisa bisnis perusahaan sembari membantu mengatasi permasalahan. Saya membantu bermacam pekerjaan, hampir seperti pemadam kebakaran.

Tahun pertama saya berkerja tidak terima gaji apa-apa. Kerja sama keluarga, ya, enggak hitung-hitungan. Baru di tahun 1993 saya mulai digaji. Mungkin mau dilihat dulu kompetensi saya seperti apa.

Dua tahun bekerja, saya lebih fokus menganalisa bisnis. Apa yang bisa kami perbaiki dan apa yang bisa dijual. Kami membuat rencana perusahaan untuk lima tahun ke depan

Lalu mulai 1994 kami melepaskan diri dari Grup Astra. Kami melakukan restrukturisasi.

Di situ baru terjadi perubahan kontrol manajemen. Tahun 1995 nama perusahaan berubah menjadi PT Surya Semesta Internusa.

Sepanjang 1992 – 1995 menjadi tahun yang berat bagi perusahaan. Tidak ada bank yang mau memberi pendanaan ke kami.

Semua menghindar. Akhirnya yang mau memberi pendanaan adalah BII. Waktu itu di BII banyak teman-teman saya alumni Chase Manthattan Bank.