kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • LQ45958,38   4,52   0.47%
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Daya saing berawal dari internal

Oleh Robin Lo
Daya saing berawal dari internal

Berbicara soal pemimpin. saya selalu berpikir, seseorang akan disebut sebagai pemimpin sejati dalam sebuah perusahaan bukan karena dia berada dan duduk dalam posisi puncak saat ini.

Melainkan dari apa yang sudah dilakukannya sebelum mencapai titik yang diraihnya saat ini.

Untuk mengukur keberhasilan, pemimpin yang baik adalah yang selalu memaksimalkan kesempatan yang berada di depan matanya. Namun ia tetap dengan perhitungan yang matang.

Bagi saya sebagai pemain baru dalam bisnis logistik, melihat kesempatan dan peluang yang ada merupakan sebuah keharusan.

Tapi sebelum berburu kesempatan tersebut, saya harus memastikan bahwa kualitas internal perusahaan sudah memadai untuk bersaing mengejar kesempatan tersebut.

Mengukur kualitas internal perusahaan tersebut selalu saya lakukan dalam bentuk koreksi diri. Sebagai perusahaan logistik yang mengandalkan teknologi, saya harus memastikan semua hal sudah bisa dimaksimalkan.

Selain infrastruktur pendukung dan jaringan teknologi informasi yang saling terintegrasi, saya sebagai pemimpin selalu memastikan bahwa jaringan gerai di daerah juga sudah siap.

Setelah semua faktor internal ini dianggap mumpuni, baru saya bisa berbicara soal persaingan.

Dari sini, kami coba mengemas sesuatu yang beda. Kami berupaya menjadikan kelemahan banyak perusahaan logistik yang ada untuk menjadi kekuatan kami.

Selain menawarkan teknologi, kami juga menawarkan pelayanan tanpa hari libur. Saya bisa pastikan J&T akan melayani konsumen 365 hari sepanjang tahun. Hal ini menjadi inovasi yang dilakukan oleh pemain baru dalam bisnis ini.

Selain itu, inovasi yang kami lakukan adalah membuat call center dalam tiga bahasa yakni Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Cara ini ini memudahkan konsumen untuk berkoordinasi dengan perusahaan.

Saya selalu optimistis menatap bisnis logistik ini meskipun saya tak punya pengalaman bekerja dalam bisnis logistik sebelumnya.

Saya masuk ke perusahaan ini dari awal dan langsung duduk sebagai managing director yang mengurusi semua yang dibutuhkan perusahaan.

Oleh karena itu, meski tak punya pengalaman, tapi saya tahu persis seperti apa rumitnya persaingan bisnis ini. Dari sini, saya memetik pelajaran bahwa segala sesuatu bisa dipelajari meskipun kita tak menguasai detil tentang hal tersebut.

Apalagi, pemimpin itu tidak sendirian dalam membangun perusahaan. Di dalam perusahaan ada pekerja dan tim yang bisa diandalkan untuk mengeksekusi berbagai ide dan inovasi yang sudah digagas sebelumnya.

Bagi saya, eksekusi ide dan pemikiran merupakan tahapan untuk meningkatkan kualitas internal perusahaan. Kekuatan ini pada akhirnya menjadi senjata andalan untuk bisa bersaing.

Tak hanya eksekusi tanpa kendali, sebagai pemimpin saya selalu melakukan evaluasi atas semua hal yang sudah dilakukan dan pencapaiannya. Hal ini sebagai tolok ukur untuk membuat perencanaan berikutnya.

Pencapaian memang menjadi indikator penting dalam menilai sukses tidaknya seorang pemimpin. Namun, harus pula dicatat untuk mencapai sesuatu, seorang pemimpin membutuhkan proses dan hal ini harus mampu diselesaikannya.

Saya selalu percaya bahwa proses untuk mencapai sesuatu yang baik haruslah dimulai dengan yang baik dan terencana.


Close [X]