kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.870
  • LQ45928,00   -15,43   -1.64%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Inti bisnis ini adalah mau tangannya kotor

Oleh Martinus Soesilo
Inti bisnis ini adalah mau tangannya kotor

Martinus Soesilo memilih meninggalkan karier mentereng di perusahaan multinasional, demi meneruskan usaha keluarga di bisnis pengolahan udang.

Ia meninggalkan profesi berdasi dan memilih mengotori tangannya di tambak udang. Kepada jurnalis KONTAN Dupla Kartini, Presiden Direktur PT Panca Mitra Multiperdana itu membeberkan kiatnya menangguk dolar berkat udang.

Saya resmi bergabung di PT Panca Mitra Multiperdana sejak 2009, kemudian saya ditempatkan di pabrik pengolahan udang di Tarakan Kalimantan Timur.

Setelah tiga tahun memimpin anak perusahaan di Tarakan, akhir 2012 saya dipindahkan ke pabrik Situbondo.

Tiga tahun setelah itu saya didapuk menjadi Presiden Direktur, menggantikan pendiri perusahaan yang juga bapak saya, Soesilo Soebardjo.

Saya terbiasa main di tambak sejak kecil, karena sebelum mendirikan pabrik, Bapak dulu karyawan di pabrik pengolahan udang.

Waktu Bapak mendirikan pabrik, banyak temannya ikut, dan saya mengenal mereka semua. Setelah studi S1 dan S2, saya meniti karier di perusahaan multinasional.

Namun karier tersebut saya tinggalkan, dan pindah mengurus udang di kampung. Awalnya susah, tetapi itu yang terbaik dan saya menyenanginya.

Saya mulai bergabung menempati posisi manajer menangani pembelian udang. Saya ditempatkan di pembelian udang karena 90% atau inti bisnis pengolahan udang di sini.

Jika salah membeli raw material, bisa salah sampai hilir. Ini maksud Bapak saya menaruh saya mengurus raw material.

Sejak menjadi presiden direktur, saya melakukan perubahan manajemen pengelolaan pabrik. Maklum, kami punya dua pabrik pengolahan udang di Situbondo dan satu di Tarakan dengan ekspor per tahun 10.000 ton.

Pabrik di Situbondo punya sertifikat bintang 4 dalam hal Best Aquaculture Practices (BAP) yang bisa ekspor ke Jepang dan Amerika Serikat.