kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Jalani kehidupan dengan tanggung jawab

Oleh Dawam Atmosudiro
Jalani kehidupan dengan tanggung jawab

Sepanjang karir, saya belum pernah pindah dari Pelindo. Orang tua yang memilihkan saya pekerjaan di pelabuhan.

Memulai karir dari bawah, saya bisa dibilang ada di divisi atau jabatan yang banyak risiko. Saya terbiasa diberikan perintah khusus yang beresiko.

Misalnya, menyusun rencana jangka panjang bisnis atau usaha. Pengalaman tersebut menempa saya untuk memikirkan banyak aspek, untung rugi, kelemahan dan kelebihan jika rencana tersebut perusahaan mengeksekusi rencana tersebut.

Apalagi, sepanjang karir saya, penempatan dari level bawah juga di banyak tempat. Mulai bagian keuanga hingga membawahi urusan rumah tangga. Tak hanya di kantor pusat tapi juga pernah di rumah sakit.

Perjalanan karir saya lama, 11 tahun ada di bagian keuangan. Saya ingat, tahun 2011, saya menjabat sebagai head of auditor.

Dalam sebuah manajemen forum, saya berkesempatan memaparkan hal-hal yang perlu dicermati oleh masing-masing personil yang akan pensiun.

Materi tersebut ternyata menarik Direktur Utama Pelindo II kala itu. Dari situlah, perjalanan 'karir' baru saya mulai lagi. Pak Dirut kala itu bilang: "Tidak ada cerita pensiun bagi kami. I have good job for you."

Benar saja, setelah pensiun di tahun 2012, saya diberi surat tugas untuk menyiapkan berdirinya PT Jasa Armada Indonesia (JAS) ini.

Dalam waktu 10 bulan, saya menyiapkan lingkup bisnis, personil, strategi, hingga kriteria direksi. Tak diduga, di 2013, saya juga diminta menandatangani akta selaku Dirut PT Jasa Armada Indonesia.

Jasa Armada mulai beroperasi per 1 September 2014. Saya masuk ke manajemen lebih awal, agar pembentukan perusahaan berjalan smooth dan lancar.

Satu mandat saat itu adalah: saya tidak boleh mengeluarkan karyawan walau hanya satu orang. Adapun hingga saat ini, JAI memiliki kurang lebih 1.000 karyawan dan mengelola 75 kapal.

Dalam empat bulan pertama berjalannya perusahaan ini, saya sudah berani menaikkan gaji karyawan sebanyak dua kali.

Pasalnya, di periode yang bersamaan, perusahaan juga mampu memperoleh laba, yang jumlahnya tak jauh berbeda dengan modal perusahaan. Bahkan di tahun 2015, laba kami naik tiga kali lipat lebih dari empat bulan pertama.

Di tahun 2016, saya kembali berkesempatan untuk memaparkan rencana perusahaan yang saya pimpin tersebut.

Kala itu saya menyajikan materi mengenai masuk bursa lewat initial public offering (IPO), dengan estimasi perolehan dana dan valuasi yang saya hitung sendiri.

Gayung bersambut, tak lama kemudian. kementerian juga mendorong anak usaha BUMN untuk IPO. Keputusan untuk mempersiapkan IPO keluar Juni 2017. Praktis, hanya tiga bulan persiapan.

Tentunya saya melakukan apa yang harus dilakukan, hasilnya dikembalikan kepada Tuhan. Jika di flashback, saya bekerja dengan dua prinsip.

Bisa hidup dengan kecukupan tanpa harus mewah, dan harus bisa bermanfaat bagi orang lain. Apapun yang diupayakan, jika Tuhan tidak menghendaki, tidak akan terlaksana.

Karena itu, soal ambisi pencapaian karir tidak pernah saya upayakan. Saya yakin semuanya sudah ada yang mengatur.

Prinsipnya, jika jatah saya 10, tapi diupayakan untuk dapat 15, secara nilai kemanfaatannya tetap di angka 10.

Bagi saya, jalani saja kehidupan yang ada dengan baik dan fokus pada tanggung jawab. Ini pula yang saya ajarkan ke karyawan.


Close [X]