kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • LQ45904,78   -7,59   -0.83%
  • EMAS590.870 -0,68%

Kami implementasikan inisiatif tiga gajah

Oleh Rahmad Pribadi
Kami implementasikan inisiatif tiga gajah

Sepuluh bulan menjadi Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk, cukup bagi Rahmad Pribadi membawa optimisme bagi perusahaan ini untuk tumbuh lebih cepat. Tahun ini, Semen Baturaja mematok target pertumbuhan di atas 50% dari tahun lalu.

Kepada wartawan KONTAN, Francisca Bertha Fistika, Rahmad memaparkan iga strategi besarnya untuk mencapai target tersebut.

Memimpin perusahaan swasta jelas berbeda dengan menangani perusahaan pemerintah. Saya sangat mengalami perbedaan ini.

Sebab, sebelum berkecimpung di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti sekarang, saya bekerja di perusahaan swasta, berskala internasional.

Perbedaan utamanya dari sisi ide dan sumber daya. Di perusahaan swasta, ide harus muncul lebih dahulu, baru mencari sumber daya, seperti dana, karyawan dan lainnya.

Sedangkan di BUMN, justru sumber daya itu tersedia, barulah kami yang menciptakan ide. Saya melihat sebenarnya setiap orang yang mau berkreasi, lebih bisa merealisasikan kreasi itu di BUMN ketimbang di swasta.

Semen Baturaja (SMBR) sebagai BUMN dan perusahaan publik, secara keuangan kuat dan punya ruang ekspansi yang terbuka lebar. Dengan begitu, lebih banyak rencana yang bisa dieksekusi.

Jika ada anggapan BUMN kerjanya lamban, ternyata tidak. Apalagi di SMBR ini, saya memimpin organisasi milenial. Sebanyak 60% dari total karyawan kami lebih dari 700 orang adalah generasi milenial.

Generasi ini saya anggap punya pemikiran yang bebas dan kreatif. Tugas saya membebaskan mereka berkreasi, tetapi tetap sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Berangkat dari situ, saya berusaha membuat karyawan SMBR bisa nyaman bekerja, tapi tetap memberikan hasil yang maksimal.

Kami rutin melakukan pertemuan dengan direksi maupun karyawan. Kami mengumpulkan mereka dalam upacara yang diadakan setiap tanggal 17 tiap bulannya.

Tradisi ini dimulai 17 Agustus 2017 lalu. Itu menjadi kesempatan saya menyampaikan perkembangan manajemen hingga rencana ekspansi manajemen.

Saya dengan senang hati menerima kritik dan saran. Bahkan saya bilang, silakan hubungi saya via telepon, dan saya siap bantu. Bagi saya pemimpin yang berhasil adalah bisa yang melihat karyawannya berhasil.