kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • LQ45958,38   4,52   0.47%
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Karena dari bawah, saya paham masalah

Oleh Julianto Hengki Saputra
Karena dari bawah, saya paham masalah

Sebagai perusahaan asuransi umum, kinerja Asoka Mas tergolong moncer selama empat tahun berturut-turut.

Kepada jurnalis KONTAN, Agung Jatmiko dan Ferika Lukmana, Direktur Utama Asoka Mas, Yulianto Hengki Saputra berbagi kisah sukses serta rencana strategis paska akuisisi oleh Etika International Holding.

Sejak 2014 sampai sekarang boleh dibilang periode yang berat namun menyenangkan.

Dikatakan berat karena kami selaku perusahaan asuransi umum, PT Asuransi Asoka Mas harus bergerak cepat, belajar berlari setelah sebelumnya lebih sering berjalan.

Dikatakan menyenangkan karena segala jerih payah yang kami lakukan berbuah manis.

Kinerja yang apik dari Asoka Mas sudah berjalan empat tahun berturut-turut. Sebelum saya masuk, pendapatan premi Asoka Mas tahun 2013 adalah sebesar Rp 170 miliar.

Saat saya bergabung pada 2014, pendapatan premi Asoka Mas adalah sebesar Rp 330 miliar. Setahun berikutnya, tahun 2015, kami berhasil meningkatkan menjadi Rp 600 miliar dan kemudian menjadi Rp 900 miliar tahun 2016.

Menutup tahun 2017, kami sudah mencatatkan pendapatan premi Rp 1,1 triliun.

Memang, kalau dilihat dari pertumbuhannya, tahun 2017 lebih kecil dibanding persentase kenaikan premi yang kami capai tahun 2016. Namun, jika dibandingkan secara industri, kami mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik.

Pertumbuhan kinerja itu menunjukkan bahwa alur kerja di Asoka Mas berubah. Dulu geraknya agak lamban dengan pertumbuhan relatif moderat.

Nah, ketika saya bergabung, apa yang saya dapat di perusahaan sebelumnya, saya coba tularkan di perusahaan ini.

Awalnya, banyak yang kaget karena kecepatan perusahaan ini langsung dikebut. Bayangkan saja, tahun 2013, pendapatan premi sebesar Rp 170 miliar dengan porsi asuransi properti sebesar Rp 10 miliar.

Tahun 2014, waktu premi kami mencapai Rp 330 miliar dengan porsi asuransi properti melonjak menjadi Rp 100 miliar.

Jumlah pegawai juga meningkat seiring dengan semakin besarnya kapasitas kami. Waktu saya bergabung, jumlah karyawan sebanyak 140 orang. Kini, sudah mencapai 330 orang. Penambahan karyawan ini paling banyak di underwriting.

Berbeda dibanding perusahaan asuransi lain yang mengandalkan sistem keagenan, Asoka Mas justru 80% bisnisnya berasal dari broker.

Hubungan kami dengan broker hingga saat ini berjalan dengan sangat baik. Kami bisa memberikan respon tepat waktu serta mampu tanggap manakala ada permintaan khusus.

Yang paling penting, saat terjadi klaim, kami bisa memberikan layanan klaim yang baik. Dengan demikian, para broker puas dengan yang kami berikan sehingga terus memberikan dukungan.


Close [X]