kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • LQ45904,78   -7,59   -0.83%
  • EMAS590.870 -0,68%

Kekuatan cerita pada produk

Oleh Anton Wirjono
Kekuatan cerita pada produk

Saat mengembangkan Goods Dept sebagai produk lokal, saya tidak takut bersaing dengan produk sejenis, terutama fesyen dari luar negeri dan tentu saja yang sudah punya merek mendunia. Sebab target pasar yang saya bidik adalah generasi milenial.

Generasi ini punya keinginan unik terhadap suatu produk yang ingin dimilikinya. Mereka ingin produk atau layanan yang mempunyai suatu cerita atau konsep tersendiri yang tidak sama dengan yang lain.

Ini berbeda dengan merek global atau fesyen merek ternama lain. Mereka menonjolkan sisi merek semata tanpa memperhatikan keinginan dari para konsumen, apalagi generasi milenial.

Oleh karena itu, ketika generasi ini berkunjung ke gerai ritel kami atau berkunjung di gerai online, ia bakal menemukan beragam cerita dalam produk yang ditawarkan Goods Dept.

Saat ini saja kami memiliki sekitar 200 cerita yang ada dalam masing-masing produk yang kami jajakan. Cerita dalam arti memiliki karakter, mengandung makna tersendiri. Itu filosofinya. Aspek cerita desain atau produk baru selalu kami tampilkan. Cerita ini tidak lekang oleh waktu.

Inilah perbedaan penting dari para desainer dan pencipta fesyen yang bergabung dalam Goods Dept. Mereka memiliki semangat atau passion untuk bisa menghasilkan kreasi dan produk yang bisa disukai oleh kalangan generasi milineal.

Para desainer kami punya spirit untuk bisa menghasilkan produk yang bisa diterima kaum milenial, seperti baju atau tas.
Kami memang harus seperti itu.

Karena kalangan milenial saat ini cukup cerdas dan selalu kritis dalam memilih produk yang mereka inginkan.

Ia hanya mau membeli produk yang bisa merepresentasikan kepribadiannya atau dirinya sendiri, bukan secara umum. Mereka tidak mau lagi membeli produk dengan merek sudah mendunia tapi ternyata merupakan hasil contekan dari produk lain.

Saya percaya, ini yang membuat produk lokal saat ini digemari kaum milenial. Ambil contoh Cotton inc. Pembeli mau membeli produk itu juga karena ada cerita di belakangnya.

Bagi kami, agar Goods Dept mendapat perhatian pasar adalah berupaya menjaga sisi kualitas. Kualitas ini diutarakan ke para konsumen serta tidak kalah dengan produk luar. Malah ada produk perusahaan raksasa yang diproduksi di Indonesia.

Agar bisa menciptakan itu semua, tentu butuh para tenaga yang memadai. Its all about people. Bagi saya, kontribusi manusia dalam pengembangan Goods Dept sangatlah penting.

Untuk mencari tenaga kerja yang tepat, saya tidak mengharuskan mereka mempunyai skill yang kuat. Keterampilan itu bisa diasah dan dilatih.

Yang terpenting adalah menggandeng orang yang tepat seperti punya pemikiran yang sama, dan satu pandangan dalam mengembangkan Goods Dept.

Begitu pula dalam mengembangkan gerai ritel kami termasuk juga secara online. Sebanyak apapun warung yang kami buka, saya harap secara visi dan misi untuk menghasilkan produk berkualitas dan penuh cerita tidak berubah dan harus mampu menjaganya dengan baik. Saya ingin Goods Dept menjadi pelopor produk fesyen lokal.

Supaya itu bisa terlaksana, saya menganggap orang yagn di perusahaan ini menjadi elemen yang paling penting.

Memang ini zamannya digital, tapi tetap harus ada kesinambungan antara pemimpin dan karyawan. Ini harus mereka ketahui bahwa kontribusi yang diberikan sangat penting bagi pengembangan dan tujuan perusahaan ini di masa mendatang.