kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • LQ45904,78   -7,59   -0.83%
  • EMAS590.870 -0,68%

Kembangkan fidusia hingga kedai kopi

Oleh Sunarso
Kembangkan fidusia hingga kedai kopi

PT Pegadaian (Persero) menargetkan porsi bisnis fidusia mencapai 40% dari saat ini yang masih 10%. Hal ini dilakukan Pegadaian untuk menghadapi persaingan.

Tak bisa dipungkiri, bisnis gadai tak akan bisa bersaing dengan murahnya bunga KUR. Kepada Jurnalis KONTAN Adinda Ade Mustami, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso membeberkan strategi untuk mencapai target itu.

Saya cukup lama menggeluti bidang commercial banking dan corporate banking. Awal karier saya sebagai analis kredit di Bank Dagang Negara (BDN) pada 1990. BDN merger menjadi PT Bank Mandiri (Persero) pada tahun 1998.

Di situlah puncak karier saya. Tahun 2005 kali pertama saya mendapat promosi sebagai vice president. Kemudian di pada 2006 naik menjadi senior vice president (SPV) dan 2009 menjadi executive vice president. Baru di tahun 2010 saya menjadi Managing Director Commercial and Business Banking PT Bank Mandiri.

Habis masa jabatan lima tahun, pada 2015, saya jadi Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Lalu Oktober 2017, saya dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pegadaian (Persero).

Saat saya masuk, Pegadaian tengah berada di tahun ketiga perencanaan perusahan. Tetapi saya melihat bahwa Pegadaian perlu kembali bermimpi, menatap masa depan. Karena itulah, saya memimpin Pegadaian untuk melakukan transformasi.

Ada empat langkah dalam melakukan transformasi. Saya menyusun blue print melalui 4D.

Pertama, diagnostic. Yaitu mendiagnosis untuk menentukan siapa sebenarnya Pegadaian, posisinya di mana sekarang, bagaimana kekuatan dan kelemahannya, bagaimana tantangan dan peluangnya.

Kedua, dream atau bermimpi. Mimpi inilah yang kemudian kami jadikan destination statement yang kita sebut visi. Maka saya dan teman-teman di Pegadaian sudah menetapkan bahwa Pegadaian ke depan visinya adalah ingin menjadi the most valuable finance company and agent of financial inclusion.

Kalau the most valuable finance company itu artinya ukuran-ukurannya pasti uang. Mungkin pangsa pasar di industri, kapitalisasi pasar, apabila kita go public, mungkin pertumbuhan aset dan profit, dan seterusnya.

Tapi yang agent of financial inclusion itu ukurannya adalah nama baik.

Ketiga, design yang sekarang sedang kami kerjakan. Yaitu mendesain bisnis model baru, bisnis proses baru, struktur organisasi, bahkan yang lebih penting lagi mendesain perilaku secara kolektif yang kami sebut budaya.

Keempat, atau yang terakhir deliver.

Nah untuk menuju visi menjadi the most valuable finance company and agent of financial inclusion, ada tiga milestone-nya.

Pertama, Pegadaian harus berubah menjadi finance company karena sekarang 90% kontribusi bisnis kami masih dari bisnis gadai.

Kedua, setelah jadi finance company, kami harus go public untuk bisa mengukur cita-cita kami tercapai atau tidak.

Sebab the most valuable company, yang bisa diukur itu kalau harga saham kita jual di pasar. Rencananya, kami akan go public di 2020 mendatang.

Ketiga, maksimalisasi value menjadi the most valuable.