kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.870
  • LQ45928,00   -15,43   -1.64%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Kreatif dan mandiri tak tergantung industri

Oleh Daswar Marpaung
Kreatif dan mandiri tak tergantung industri

Sejak dua tahun lalu, Dyandra Promosindo mencoba memperbesar event business to business (B2B) dan festival.

Kepada jurnalis KONTAN Adinda Ade Mustami, Daswar Marpaung, Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, membeberkan strateginya untuk membawa Dyandra menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.

Tahun 2013 saya bergabung dengan PT Dyandra Media Internasional Tbk sebagai corporate secretary. Saat itu Dyandra baru mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia atau initial public offering (IPO) dan menjadi perusahaan terdaftar di bursa berkode DYAN.

Dengan latar belakang korporasi dan 20 tahun pengalaman di bidang keuangan, saya diminta masuk dari sisi korporasi Dyandra. Dari corporate secretary, kemudian saya menjadi chief financial officer.

Karena ada tubulensi di internal perusahaan pada 2015, saya harus turun ke operasional, di sektor riil bisnisnya. Saat itu saya masuk ke PT Kerabat Dyan Utama atau Radyatama.

Akhir 2015, saya masuk Dyandra Promosindo. Saat itu saya menggabungkan dua perusahaan jadi satu, perusahaan sebelumnya Radyatama dengan PT Dyandra Promosindo.

Radyatama merupakan perusahaan organizer berskala lebih kecil, dan ada di bawah DYAN. Lantaran saya harus pegang dua-duanya, saya berpikir, kenapa tidak saya pegang jadi satu.

Itu lebih efisien dan lebih fokus dengan sistem dan standar kelolaan yang sama.

Sejatinya, masuk bisnis organizer menjadi pengalaman baru bagi saya. Saat itu saya melihat, pertumbuhan industri ini susah-susah gampang.

Karenanya, ada rasa khawatir, juga karena di suatu bisnis yang dilihat adalah pertumbuhan. Apalagi bagi kami perusahaan publik.

Susahnya bisnis ini, karena menuntut kreativitas. Berbeda dengan bisnis fast moving consumer goods (FMCG) setiap ada peluang jualan di suatu tempat, maka tambah kapasitas, dan bisa tumbuh. Bisnis kreatif tidak semudah itu.

Bisnis kreatif ini melibatkan orang. Kalau mau menaikkan pertumbuhan, berarti menambah orang. Sementara kreativitas orang berbeda-beda dan susah diukur secara konsisten.