kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.893
  • LQ451.028,25   -6,24   -0.60%
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS614.076 -0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Lebih baik revisi naik daripada revisi turun

Oleh Roni Haslim
Lebih baik revisi naik daripada revisi turun

Di tengah kondisi perekonomian yang belum pulih benar, PT BCA Finance masih sanggup mencatatkan pertumbuhan pembiayaan.

Kepada jurnalis KONTAN, Agung Jatmiko, Direktur Utama BCA Finance, Roni Haslim, menjelaskan kinerja BCA Finance tahun 2017 serta gambaran industri pembiayaan ke depan.

Sudah 18 tahun lebih saya berada di BCA Finance. Tahun ini merupakan tahun ke-11 saya sebagai Direktur Utama.

Saya kira setiap tahun menjadi tahun yang berat, karena di bidang pembiayaan begitu bulan Desember tutup buku, target tercapai, lantas mulai bulan Januari dengan target baru.

Jadi, tidak ada tahun yang santai. Sebab, kami tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga penagihan. Bisa menyalurkan, namun kesulitan dalam penagihan tentu tidak baik.

Memang, waktu ekonomi tumbuh pesat, pasti lembaga pembiayaan (multifinance) juga leluasa bergerak. Plus, setiap tahun, lembaga pembiayaan tentu ada tantangan spesifik yang harus dihadapi.

Secara umum, industri pembiayaan tahun lalu tumbuh tidak terlalu besar. Namun, kami mampu tumbuh bagus dengan pertumbuhan pembiayaan baru mencapai 9,9% dibandingkan tahun 2016.

Memang, tahun lalu, kondisinya cukup menantang lantaran pasar mobil baru hanya tumbuh tipis 1,7%.

Nah, kami tetap bisa mencatatkan pertumbuhan hampir dua digit, karena dua hal. Pertama, bunga kami termasuk bersaing.

Kedua, ada beberapa perusahaan pembiayaan yang bermasalah, sehingga banyak konsumen yang beralih ke perusahaan yang bagus, termasuk kami.

Tahun 2018, kami tidak terlalu optimistis, namun juga tidak pesimistis. Tahun ini, kami memasang target sama dengan tahun lalu.

Sebab, kami melihat pertumbuhan tahun lalu itu bisa dikata anomali. Soalnya, tahun lalu kondisi ekonomi belum sepenuhnya pulih.

Oleh karena itu, tahun ini, kami mencanangkan target yang moderat, pertumbuhan flat. Tahun 2017, kami menetapkan target pembiayaan baru Rp 32 triliun. Realisasi sampai akhir tahun penyaluran pembiayaan mencapai Rp 33,7 triliun.


Close [X]