kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.595
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS610.041 0,33%
EXECUTIVE / CEO's TALK

Lengkapi puzzle dengan SDM

oleh Gunawan Susanto - Presiden Direktur IBM Indonesia

Selasa, 10 Juni 2014 / 08:31 WIB

Lengkapi puzzle dengan SDM



Secara global, peran IBM Indonesia semakin strategis. Jadi, perlu pengembangan bisnis yang tepat. Pada Jumat (16/5) lalu, Gunawan Sutanto, Presiden Direktur IBM Indonesia yang baru, membeberkan strateginya kepada wartawan Tabloid KONTAN Fransiska Firlana, Galvan Yudistira, dan Muradi di kantornya, Jakarta.

Sejak bulan April lalu, saya resmi menjabat sebagai Presiden Direktur IBM Indonesia. Di IBM sendiri, saya sudah merintis karier sejak 14 tahun lalu. Sebelumnya saya menjabat sebagai country manager business partner organization di perusahaan ini.

Indonesia menjadi salah satu negara yang potensinya besar dan pasarnya selalu tumbuh dalam pengembangan bisnis IBM. Dus, negara ini menjadi salah satu dari sekian negara yang menjadi salah satu top focus IBM. Amanat dari pemegang saham IBM kepada saya adalah supaya bisnis IBM di Indonesia bisa tumbuh lebih kencang dibandingkan pertumbuhan industrinya di negeri ini.

Secara global, kami melihat teknologi informasi (TI) dalam proses transformasi. Teknologi sekarang sudah mengarah pada komputasi awan atau cloud computing. Pasar komputasi awan yang sebelumnya hanya wacana, sekarang, sudah semakin besar. Di Indonesia, implementasinya juga semakin dirasakan.

Selain itu, Indonesia merupakan pasar yang potensial karena merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk sangat banyak di dunia. Adopsi teknologi terkait mobility dan bisnis sosial tumbuh dengan pesat. Pengguna Twitter dan Facebook di Indonesia masuk ke top three di dunia. Yang pasti, pertumbuhan pengguna kedua media sosial tersebut paling cepat di dunia. Itulah potensi besar di Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, kami memilih empat fokus bisnis pada tahun ini, yaitu social business, analitic, mobility, dan cloud computing. Jadi, kami arahkan semua layanan solusi dan investasi ke empat sektor tersebut. Fokus bisnis itu sudah dirancang sejak satu atau dua tahun terakhir. Komputasi awan dan analitik sudah kami mulai tahun lalu, namun bisnis sosial dan mobility baru mulai tahun ini.

Untuk melancarkan fokus bisnis tersebut, kami melakukan beberapa strategi. Salah satunya adalah mengakuisisi aplikasi mobility, yaitu MAAS360. Selain itu, IBM mengakuisisi platform aplikasi mobility bernama Worklight. Sebelumnya, untuk mendukung agenda perusahaan, kami juga sudah mengakuisisi sebuah perusahaan perangkat lunak Softlayer.

Dengan berbagai langkah akuisisi tersebut, saya menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, perusahaan sudah bisa menerapkan komputasi awan atau cloud computing secara penuh. Selain itu, dengan mengakuisisi Softlayer, akan mempermudah developer game mengembangkan produknya. Maklum, para pengembang gim tersebut juga menjadi pasar bisnis yang potensial saat ini.

Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan akuisisi lagi tahun ini. Namun, saat ini belum bisa saya sebar luaskan. Yang pasti, perusahaan yang mau diakuisisi ini tentu pemain terdepan di bidangnya.

Pasar bisnis kami mulai dari segmen enterprise sampai ke level startup. Dalam beberapa waktu ke depan, saya memperkirakan bisnis startup akan semakin banyak bermunculan. Hal tersebut pasti diikuti dengan meningkatnya pemakaian server, baik itu yang manual maupun secara cloud. Dari sini kami selalu melakukan edukasi di pasar terkait dengan pentingnya cloud dalam sebuah perusahaan berbasis website.

Untuk mendukung hal tersebut, kami selalu menawarkan kemudahan bagi perusahaan startup teknologi untuk memulai usahanya. Jadi, mereka tidak perlu lagi berpikir hal yang teknis, seperti bagaimana maintenance sistemnya. Selain itu, dengan kemudahan sistem cloud, perusahaan startup tidak perlu khawatir jika bisnisnya nanti mengalami lonjakan. Mereka tinggal menambahkan subscription-nya saja ke kami.

Pengembangan bisnis

Namun, saya juga harus realistis, selama ini IBM bermain lebih banyak di area enterprise. Untuk konsumen enterprise ini, mereka biasanya lebih memilih untuk menggunakan private cloud dibandingkan dengan public cloud. Pemilihan ini karena terkait dengan keamanan dan investasi lebih besar yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan enterprise.

Dalam waktu dekat kami juga akan mengembangkan lagi teknologi hibrida. Hal ini merupakan penggabungan dari sisi public cloud yang banyak dipakai startup dan private cloud yang sering dipakai perusahaan medium dan enterprise.

Ke depan, beberapa fungsi dari enterprise client, yang non-critical, akan dipindahkan ke public cloud. Jika nanti klien sudah mempunyai titik temu permasalahannya, kami tinggal menawarkan solusi hybrid cloud.

Sistem kerja sama bisnis yang dipakai oleh IBM Indonesia adalah melalui reseller dan distributor. Total reseller kami di Indonesia ada sekitar 12 sampai 20, dan untuk distributor ada sekitar 6 sampai 7. Di antara reseller tersebut adalah Multipolar Technology, Perkom Indah Murni, Bina Reka Tata Indah Mandiri, It Kom Berlian Mustika, Mitra Info Sarana, Mitra Integrasi Informartika (Grup Metrodata), dan Astra Graphia.

Sedangkan untuk distributor kami di antaranya adalah Upnet Data Mission Solution, Blue Power Technologies, Bina Data Mandiri, Sinergi Wahana Gemilang, Rekapiranti (software), XDC Indonesia, dan Inra Michael. Sementara itu, perusahaan yang sudah melakukan kerja sama dengan IBM Indonesia terkait dengan public cloud di antaranya Tiket.com.

Pada saat Chairman IBM menyampaikan laporan ke pemegang saham, dia menyatakan: “Data is new world natural resources.” Jadi, saya melihat data itu merupakan sesuatu yang bisa dimanfaatkan, salah satunya untuk tambang iklan. Tak hanya terkait data pelanggan dan data transaksi, tingkah laku pelanggan yang ada di media sosial juga dapat digunakan sebagai penghasil iklan.

Atas dasar itulah saya juga memiliki target untuk tidak sekadar menjual infrastruktur sebagai sebuah layanan, tapi juga sampai ke proses bisnisnya (sell data as service). Beberapa perwakilan IBM di luar negeri sudah melakukan ini, di antaranya adalah kegiatan analisis pertandingan olahraga yang melibatkan prediksi dan data pertandingan. Namun, hal ini belum maksimal diterapkan di Indonesia karena permintaan dari konsumen masih minim. Padahal, peluangnya tetap ada.

Jadi, kami masih ingin mengembangkan potensi bisnis ini, karena jika dilihat pengembangan pasarnya masih terbuka lebar. Dengan bertemunya big data, social, mobile, dan teknologi cloud, maka akan dapat menciptakan lingkungan pada perusahaan yang lebih cepat, efisien, akses ke wawasan bisnis dan semua ini dapat dipenuhi melalui teknologi kami.

Datangkan tenaga ahli

Saya melihat bahwa, dengan besarnya potensi bisnis komputasi awan di Indonesia, hal tersebut pasti membutuhkan sumberdaya manusia yang mumpuni. Tidak sekadar paham dari sisi teknis, kebutuhan perusahaan di masa depan adalah sumberdaya manusia yang bisa menggabungkan aspek teknis dan bisnis.

Inilah tantangannya, bagaimana kami bisa menyiapkan supaya keahlian sumberdaya manusia yang dimiliki IBM bisa cukup menjawab potensi bisnis sekaligus untuk melancarkan strategi bisnis tersebut.

Untuk mewujudkan hal tersebut, IBM Indonesia secara konsisten mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri untuk melakukan transfer teknologi pada manajemen internal perusahaan. Dengan begitu, jika kami mendapatkan tawaran proyek dari konsumen, maka tidak perlu mendatangkan tenaga ahli dari luar. Kami cukup memakai tenaga lokal.

Bulan Mei ini kami mengadakan acara untuk mengembangkan sumberdaya manusia (SDM) di internal IBM Indonesia. Melalui acara tersebut, saya berharap, bagian penjualan dan bagian teknik yang ada di perusahan ini bisa belajar dari tenaga ahli yang sengaja didatangkan dari luar negeri.

Acara ini merupakan wujud komitmen dari IBM ASEAN dan Asia Pasifik. Buktinya, IBM Indonesia merupakan satu-satunya negara yang disetujui untuk melakukan pelatihan keahlian tersebut di Indonesia. Sementara, IBM di negara lain dikonsentrasikan pelatihannya di Singapura.

Dengan acara tersebut diharapkan peningkatan keahlian sumberdaya manusia IBM Indonesia bakal semakin agresif. Kegiatan tersebut paling tidak akan diikuti oleh sekitar 120 orang. Bayangkan, bila kami harus ikut pelatihan di Singapura, tentu yang bisa terbang ke sana hanya sekitar 20 orang. Nah, kalau pelatihannya di sini, kami cukup memanggil trainer-nya dan pesertanya jauh lebih banyak yang ikut.

Diharapkan dengan pelatihan-pelatihan yang diadakan tersebut, staf IBM bisa belajar banyak mengenai empat area yang menjadi tujuan kami tadi.

Selain itu, dengan kemampuan menggabungkan antara sales dan teknikal, diharapkan mereka bisa memperbesar akselerasi investasi dari cloud computing. Sebab, saya percaya teknologi IBM unggul di pasar.

Namun, untuk mewujudkan puzzle supaya bagus adalah harus dilengkapi dari sisi sumberdaya manusianya sehingga investasi kami di masa depan akan ditekankan kepada people skill.

Saat ini, kami mempunyai beberapa cabang di berbagai kota di Indonesia, di antaranya adalah Surabaya, Medan, Makassar, Bandung, Semarang, dan Balikpapan.

Reporter: Gunawan Susanto
Editor: achmad.fauzie

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0085 || diagnostic_api_kanan = 0.0549 || diagnostic_web = 0.3853

Close [X]
×