kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.595
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS610.041 0,33%
EXECUTIVE / CEO's TALK

Lewat jalur bursa agar bisnis cepat berjaya

oleh Abraham Theofilus - Presdir PT NFC Indonesia Tbk

Senin, 20 Agustus 2018 / 15:01 WIB

Lewat jalur bursa agar bisnis cepat berjaya



Selama ini, masyarakat menganggap bahwa perusahaan yang masuk bursa adalah mereka yang mampu bertahan menghadapi persaingan dan berpenghasilan besar.

Tapi, kini startup berani masuk bursa agar bisa cepat tumbuh, seperti PT NFC Indonesia. Abraham Theofilus, Presiden Direktur PT NFC Indonesia Tbk, membeberkan strateginya pada jurnalis KONTAN, Francisca Bertha.

PT NFC Indonesia adalah perusahaan rintisan atau startup bidang digital exchange hub. Perusahaan ini merupakan anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk dan baru didirikan pada 2013.

Bisnis digital hub exchange ini merupakan upaya mempertemukan berbagai kepentingan bisnis di bidang teknologi.

Kami ingin menjadi perusahaan besar dan berperan penting dalam keseharian hidup masyarakat Indonesia.

Saya melihat saat ini industri yang punya koneksi yang bisa menjadi perusahaan besar dan sukses. Ini alasan kami melantai di bursa agar bisa punya akses atau kesempatan yang sama dengan industri besar.

Jumlah perusahaan rintisan di Indonesia mencapai sekitar 1.705 perusahaan, atau peringkat keempat terbesar di dunia. Tapi kami berbeda dari perusahaan startup lainnya.

Kalau kebanyakan startup saat ini benar-benar baru merintis, kami kini sudah menorehkan pendapatan dan laba.

Jika melihat laporan keuangan di 2015, NFC sudah memperoleh pendapatan Rp 9,85 miliar. Kemudian di 2016 naik menjadi Rp 43,51 miliar.

Di 2017 pun perusahaan sudah mencatatkan pendapatan Rp 95,56 miliar dan laba Rp 62,15 juta.

Saya baru ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT NFC Indonesia pada Januari 2018 untuk membantu proses pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia Indonesia (BEI).

Pemegang saham berharap saya tidak jauh-jauh dari DNA Grup kami, yaitu M Cash.

Selama ini, kebanyakan orang beranggapan, kalau perusahaan IPO itu harus besar dan usianya matang.

Sedangkan, startup sekarang ini lebih banyak di miliki milenial dengan karyawan yang juga masih muda. Namun, dengan bimbingan dari yang berpengalaman, saya yakin NFC bisa berkembang.

Memang dengan jadi perusahaan publik, tentu ada tantangan-tantangan baru. Kalau biasanya startup identik dengan santai, kini banyak laporan yang harus kami serahkan ke pada bursa dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, dengan jadi perusahaan publik, diharapkan pendapatan dan keuntungannya perusahaan juga terus tumbuh.

Tentunya kami harus membuat kreasi produk baru bagi kesuksesan bisnis NFC agar bisa mencapai pertumbuhan usaha yang signifikan.


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0082 || diagnostic_api_kanan = 0.0847 || diagnostic_web = 0.4524

Close [X]
×