kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.870
  • LQ45928,00   -15,43   -1.64%
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS609.032 -0,82%

Matang di perencanaan dan menjaga daya tahan

Oleh Nadiem Makarim
Matang di perencanaan dan menjaga daya tahan

Selama tujuh tahun saya mengembangkan usaha ini, saya tidak menyangka Gojek bakal bisa sebesar ini.

Saat ini layanan kami sudah tersebar di 70 lokasi dan sudah menjangkau sebanyak 140 kabupaten atau kotamadya di seluruh Indonesia.

Apalagi layanan kami baru-baru ini, sudah bisa beroperasi di Sabang dan Merauke. Saya ibaratkan, layanan Gojek sudah bisa merajut Nusantara.

Padahal saya masih ingat, saat mengawali usaha ini, tepatnya tahun 2010, kami masih menggunakan layanan call center. Saat itu jumlah mitra baru 20 pengemudi.

Beruntung, lewat pengembangan teknologi yang terus-menerus kami lakukan, saat ini mitra pengemudi kami yang tersebar luas tersebut sudah lebih dari satu juta mitra.

Dari transaksi yang tercatat saja sudah ada 100 juta transaksi per bulan. Ini membuat Gojek sebagai perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara.

Saya sempat berkeliling ke banyak negara dan setiap mengenalkan diri menyebut dari Gojek, langsung bilang kapan Gojek bakal masuk ke negara tersebut.

Saya kaget dengan kenyataan itu. Ternyata brand lokal seperti Gojek sudah dikenal di luar negeri.

Padahal, terus terang, untuk bisa mengembangkan pasar lebih luas lagi, tidaklah mudah. Ambil contoh saat kami berencana melebarkan sayap bisnis ke sejumlah daerah.

Ini perlu perencanaan matang daya tahan tinggi untuk terus menerus menjalankannya.

Sebelum mengoperasikan di daerah tersebut, kami harus melihat bagaimana cara menjangkau daerah tersebut. Sebab tantangan sisi logistik di bisnis ini tidaklah mudah.

Terutama soal pengiriman perlengkapan operasional, seperti jaket, helm dan lainnya. Apalagi kami ingin Gojek ada hingga ke pelosok negeri.

Tantangannya, Indonesia adalah negara kepulauan dan bagaimana kami bisa mengakses daerah yang secara akses memang minim. Ini jelas butuh koordinasi matang.

Pada saat bersamaan, kami harus merekrut mitra di daerah baru itu. Tim baru yang bisa cepat belajar dengan cepat dan menyesuaikan diri di lapangan atau on boarding team juga harus ditambah. Termasuk melakukankoordinasi dengan tim yang lain.

Kenapa ini kami lakukan? Supaya saat kami beroperasi di daerah atau wilayah baru, segala sesuatunya bisa berjalan dengan lancar dan bisa menekan kendala.

Tantangan lain adalah memperkenalkan Gojek ke para mitra dengan baik. Banyak orang tahu Gojek, tapi tidak tahu bagaimana memanfaatkan layanan kami sebaik-baiknya.

Untuk itulah kami terus melakukan pendekatan secara intens kepada para mitra pengemudi. Termasuk juga dengan para mitra merchants dan mitra kerja lainnya, jauh sebelum layanan Gojek diresmikan di suatu daerah yang baru.

Apakah setelah layanan Gojek beroperasi berarti misi selesai? Tentu saja tidak.

Justru kami harus memberikan sosialisasi secara berkelanjutan ke para pemangku kepentingan untuk meyakinkan bahwa aplikasi kami bisa membantu perekonomian masyarakat. Baik konsumen atau masyarakat, mitra kami hingga pemerintah.

Tidak berhenti di situ saja, tantangan lain adalah berkaitan dengan kesejahteraan mitra.

Tolok ukur kami adalah UMR, harga konsumsi BBM, biaya hidup, dan lainnya. Maka kami buat formula tarif utama, bonus, hingga insentif bagi mitra kami.

Sebab keberhasilan Gojek tidak terlepas dari peran mitra pengemudi, juga para mitra merchants, serta pemerintah. Hasil ini juga buah dari kerja keras tim kami.