kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • LQ45950,70   -25,79   -2.64%
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Membangun diri, membangun organisasi

Oleh Sunarso
Membangun diri, membangun organisasi

Membangun organisasi solid dan profesional adalah bagian terpenting dalam memimpin PT Pegadaian.

Langkah ini pula yang saya jalankan begitu masuk Pegadaian. Yakni menciptakan budaya, kesepahaman dalam organisasi dan bisa memberikan nilai bagi perusahaan.

Ada empat tahapan yang saya lakukan. Pertama dengan diagnostik, yakni untuk melihat posisi Pegadaian saat ini. Berbagai analisa harus dilakukan untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.

Kedua dengan menciptakan dream yang dijadikan sebagai visi perusahaan ke depan. Visi Pegadaian ke depan adalah menjadi the most valuable finance company and agent of financial inclusion.

Ini target yang tak mudah tapi bisa dicapai dengan strategi dan langkah bertahap dan tepat.Apalagi, Pegadaian memiliki banyak aset yang baik untuk mengembangkan bisnis ke arah visi tersebut.

Pegadaian, semisal, memiliki bisnis gadai dan non gadai yang kontribusinya bisa kami seimbangkan masing-masing kelak bisa 50%.

Bisnis nongadai, kami memiliki sembilan hotel, penjualan emas, kredit mikro sampai yang baru adalah kedai kopi: The Gade Coffe and Gold.

Saat ini, kontribusi bisnis non gadai masih kecil tapi ke depan akan terus membesar seuai dream itu.

Dengan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, kami bisa menjadi perusahaan keuangan sekaligus agen inklusi keuangan. Kelebihan lainnya: pasar dan keahlian Pegadaian ada di sana.

Hanya visi tak akan jalan jika pembangunan organisasi tak kami dilakukan beriringan. Visi bisa menjadi sekadar mimpi jika tanpa ada dorongan bersama untuk meraihnya.

Hal ini bisa dilakukan jika organisasi solid, semua pihak bekerja mengejar dream tersebut.

Makanya, strategi ketiga adalah menciptakan dan melahirkan design atau karya baru. Ini kelak bisa menjadi value added bagi Pegadaian.

Selain bisnis baru, kami juga harus mampu menciptakan model bisnis baru yang efisien sekaligus menguntungkan.

Keempat adalah bagaimana visi dankeinginan stake holder terdeliver sampai bawah. Seperti yang saya katakan, visi yang terbentuk tanpa ada eksekusi tak akan jalan. Makanya, men-deliverkan visi sampai karyawan adalah bagian dari membangun organisasi.

Memberi contoh adalah kewajiban pemimpin, tapi bagaimana menjadikan seluruh karyawan bergerak ke arah visi yang sama adalah tugas semua pimpinan. Artinya, dirijen lagunya harus sama, yakni mewujudkan mimpi.

Makanya, menempatkan tiap orang pada posisi yang tepat menjadi bagian penting dalam Pegadaian. Jika orang tepat di tempat yang tepat maka pekerjaannya lebih maksimal. Target juga akan maksimal.

Pegadaian bisa mencapai target bukan keberhasilan satu orang tapi tim. Makanya, semua pegawai Pegadaian harus mampu menghargai pekerjaan orang lain. Sistem reward and punishment juga harus berlaku secara adil.

Pegadaian juga mencanangkan go public. Bukan sekadar mengejar transparansi, tapi sekaligus mengukur pencapaian Pegadaian.

Demi menuju tujuan itu, kami memasang target bisnis besar. Aset semisal, harus bisa jadi Rp 58 triliun, lebih tinggi dari tahun sebelumnya Rp 48,7 triliun. Laba menjadi Rp 2,7 triliun, dari sebelumnya Rp 2,5 triliun.

Penyaluran kredit, dari Rp 36,9 triliun di akhir 2017 jadi Rp 45,4 triliun. Target pendapatan juga harus naik jadi Rp 125,4 triliun.


Close [X]