kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS667.500 0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Membuat bisnis keluarga profesional

oleh Arief Goenadibrata - CEO PT Madusari Indah Tbk

Senin, 26 November 2018 / 18:06 WIB

Membuat bisnis keluarga profesional
ILUSTRASI. Arief Goenadibrata, CEO PT. Madusari Murni Indah Tbk

Sebenarnya persiapan IPO sudah mulai dilakukan sebelum saya bergabung. Madusari Murni sudah mulai menata diri dengan beberapa konsultan. Begitu masuk, saya membuat perencanaan jangka panjang dan jangka pendek.

Boleh dibilang kami berlari dalam menyiapkan IPO. Mulai dari memenuhi syarat dan kewajiban IPO, hingga menyiapkan mental keluarga para pemegang saham.

Ini pertama kalinya saya menghantarkan perusahaan untuk IPO. Sebelumnya saya pernah memimpin perusahaan publik, yaitu PT Tira Austenite Tbk. Karena itu saya tahu aturannya harus seperti apa.

Walaupun kondisi ekonomi sedang sulit, kenyataannya IPO kami sukses. Harga saham berlipat-lipat dan permintaan melebihi jatah, oversubsribe. Awalnya saham MOLI ditawarkan dengan harga Rp 580 per saham, dan melejit jadi Rp 870. Rabu (24/9) harga MOLI Rp 1.190.

Kalau ditanya susah tidak IPO di tengah kondisi seperti ini? Jawabannya susah.

Tetapi semua ini ada caranya. Kuncinya bagaimana menciptakan permintaan. Di tengah masa paceklik, investor tetap harus berinvestasi. Cuma, mereka menjadi lebih selektif.  Nah, tugas saya memastikan MOLI masuk dalam list investor.

Tapi kami lihat ternyata dana perbankan masih lebih murah ketimbang dana IPO. Dana dari bank  itu saat tidak digunakan, kami tidak harus bayar. Tapi kalau sudah IPO, kami dituntut memberikan keuntungan.

Pada Juli 2017 kami mendapatkan pinjaman bank. Sehinga kami menurunkan target IPO. Rencana awal MOLI akan melepas 20% saham ke publik, tetapi realisasinya hanya 15%.  

Melanjutkan Ekspansi

Pasca IPO ada empat rencana besar yang harus kami lakukan. Pertama, meningkatkan porsi ekspor ke regional. Sekarang 60% produk kami masih ditujukan untuk konsumen lokal.

Porsi ekspor baru mencapai kisaran 40% ke Vietnam, Filipina dan Selandia Baru. Harapannya porsi keduanya bisa seimbang.

Kedua, adalah penambahan kapasitas. Pembangunan pabrik kedua sudah mulai di Lampung berkapasitas  50 juta liter per tahun. Diharapkan bisa beroperasi penuh tahun 2020.

Saya targetkan tahun depan  kami bisa mulai mendatangkan pemasukan secara parsial. Kami akan mulai memproduksi etanol dengan bahan baku setengah jadi. Kami lebih mengedepankan proses fermentasi sampai menjadi etanol.

Ketiga, mengurangi ketergantungan terhadap molasis atau limbah tebu sebagai bahan baku. Rencananya akan diganti dengan jagung.

Keempat, efisiensi. Prosesnya panjang. Kami membeli bahan baku dari limbah pabrik gula yang namanya tetes tebu. Limbah itu masuk fermentasi, lalu diubah menjadi gula, dan diubah lagi jadi etanol. Kemudian etanol yang masih kotor dibersihkan melalui proses destilasi menjadi etanol bersih.


TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0019 || diagnostic_api_kanan = 0.0479 || diagnostic_web = 1.5752

Close [X]
×