kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
EXECUTIVE / CEO's TALK

Memperluas bengkel pesawat skala global

oleh Iwan Joeniarto - CEO PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk

Senin, 30 Juli 2018 / 15:25 WIB

Memperluas bengkel pesawat skala global



Perkembangan industri maintenance, repair and overhaul (MRO) mendorong PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk gencar berekspansi. Anak usaha Garuda Indonesia ini ingin masuk jajaran 10 besar perusahaan MRO di dunia.

Seperti apa strateginya? Berikut penuturan Iwan Joeniarto, Chief Executive Officer (CEO) GMF Aero Asia kepada Jurnalis KONTAN Putri Werdiningsih.

Perjalanan saya di industri bengkel, reparasi, dan perawatan, pesawat alias MRO di tanah air sudah cukup panjang.

Berawal ketika saya masuk di Garuda Indonesia tahun 1993. Kemudian di tahun 2002, GMF memisahkan diri. Dari sini karir saya bermula.

Saya diangkat sebagai Board of Director (BOD) Garuda Indonesia di tahun 2014. Lalu di bulan Mei 2017 ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Tbk.

Pemegang saham menugaskan saya untuk menjadikan GMF sebagai 10 besar perusahaan MRO global. Kami memulainya dengan go public.


Dengan menjadi perusahaan terbuka, GMF bisa lebih mudah diakses investor. Selain itu, dengan lebih transparan membuka peluang GMF mendapatkan mitra kian besar.


Sebenarnya cita-cita initial public offering (IPO) ini sudah lama, dan eksekutornya diserahkan kepada saya. Saya langsung tancap gas.

Waktu masuk, kami langsung daftar IPO. Prosesnya cepat, hanya enam bulan. Pertengahan Mei 2017 kamilangsung menunjuk underwriter. Pokoknya tahun 2017 harus go public. Alhamdulillah prosesnya lancar.

Saya melakukan perubahan pola pikir dan mental dari semula perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka. Selama ini GMF lebih banyak konsolidasi internal.

Saya melihat pola pikir karyawan harus lebih terbuka dan pola membuat laporan harus mengarah ke perusahaan terbuka. Sambil memanfaatkan momen IPO, kami sekaligus mengubah culture perusahaan.

Pertama, saya membenahi corporate secretary. Sebab ini merupakan alat untuk menjadi perusahaan terbuka. Sebab saat jadi perusahaan terbuka, kami harus membuat laporan yang selalu tepat waktu.

Karena setelah go public, kami harus rutin menggelar analyst meeting, membuat laporan ke keterbukaan informasi kepada pemegang saham, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun kepada Bursa Efek Indonesia.

Kedua, saya membentuk tim khusus beranggotakan 20 orang dari seluruh bagian yang berkorelasi dengan tujuan go public. Mereka dibebastugaskan dari semua pekerjaan dan hanya mempersiapkan IPO.

Saya juga mempercayakan kepada konsultan independen untuk menyusun rencana bisnis perusahaan. Tujuannya agar rencana bisnis itu laku saat dijual ke investor.

Penataan bisnis ini tak hanya demi kepentingan IPO, tapi sekaligus perbaikan rencana bisnis sebagai modal ekspansi.

Dari situlah ada hal-hal yang sebelumnya kurang berkenan musti kami tinggalkan dan hal yang baik kami teruskan. Saya tidak membongkar total karena sebelumnya GMF sudah tertata baik.

Salah satu yang kami tata adalah peningkatan kapasitas. Banyak ekspansi yang kami lakukan terutama perawatan airframe dan hanggar.

Ketiga, kami harus mendekatkan diri ke konsumen. Agar bisa mendapatkan pekerjaan, kami harus menancapkan bendera dulu.

Orang bilang, tak kenal maka tak sayang. Setelah mendapatkan kepercayaan, mulai dari pekerjaan ringan, lama-lama pasti kami akan mendapat pekerjaan berat.

Seperti yang kami lakukan dengan Air Asia. Awalnya dimulai dari line maintenance, sampai sekarang masuk ke perawatan mesin dan pemeriksaan.

Kami sudah mendapat kontrak jangka panjang untuk perawatan airframe.


TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0136 || diagnostic_api_kanan = 0.0914 || diagnostic_web = 0.4402

×